,

Pendidikan Kimia UII adakan Praktikum Kimia untuk MAN Pakem Yogyakarta

Dalam rangka meningkatkan kerja sama antar lembaga, Prodi Pendidikan Kimia UII menyelenggarakan praktikum kimia dasar yang diperuntukkan bagi siswa/siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pakem di Laboratorium Pendidikan Kimia FMIPA UII Yogyakarta. Pelaksanaan praktikum ini diselenggarakan pada hari Sabtu 20 Februari 2016 dengan topik Titrasi dan Reaksi asam-basa dengan jumlah peserta 38 siswa dari kelas IPA 1 dan IPA 2.

Jpeg

Praktikum MAN Pakem

Materi praktikum kimia ini terdiri dari tiga judul percobaan yaitu identifikasi asam basa, titrasi asam basa dan netralisasi air limbah yang bersifat asam. Pada percobaan pertama yaitu identifikasi asam-basa, para siswa diajarkan tentang caranya mengetahui sifat suatu larutan. Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini relatif sederhana dan mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Dalam percobaan ini, para siswa menentukan sifat asam dan basa pada sampel dengan menggunakan kertas lakmus dan indikator universal digunakan untuk menentukan pH sampel tersebut.

Kemudian pada percobaan kedua, titrasi asam basa, para siswa diajarkan tentang cara menentukan konsentrasi dari sampel yang belum diketahui konsentrasinya. Selain memberi pengetahuan tentang bagaimana cara menentukan konsentrasi suatu larutan, pada percobaan ini juga bertujuan melatih para siswa untuk dapat menggunakan alat titrasi.

Pada percobaan ketiga yaitu netralisasi air limbah yang bertujuan agar para siswa dapat menerapkan prinsip netralisasi air limbah dan siswa dapat juga menentukan pH air limbah yang sedang dinetralisasi. Percobaan ini bersifat aplikatif, di mana para siswa diberikan pengetahuan tentang penerapan ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari baik pada skala kecil maupun industri.

Para siswa/siswi sangat senang dan antusias dalam mengikuti kegiatan praktikum ini, karena mereka dapat memahami dengan jelas sesuai apa yang sudah diterangkan di kelas oleh guru mereka. Salah seorang siswa yang bernama Siti Aisyah mengatakan,“kami menjadi sangat senang dan bersemangat dalam mempelajari kimia, dan ternyata kimia itu ilmu yang menarik, tidak hanya dapat dipelajari di kelas saja, akan tetapi dapat juga dipelajari di laboratorium”,

Dalam kegiatan praktikum ini para siswa/siswi juga didampingi oleh guru kelas dan juga koordinator Laboratorium MAN Pakem, Ibu Budi Hastuti. Kemudian rangkaian kegiatan praktikum tersebut ditutup dengan makan siang bersama.

,

Pendidikan Kimia miliki LBB UNISIA

Setiap perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang harus dijalankan oleh perguruan tinggi tersebut. Universitas Islam Indonesia (UII) adalah salah satu perguran tinggi swasta yang memiliki tanggung jawab untuk mengabdikan diri terhadap masyarakat. Catur Dharma merupakan wujud dari tanggung jawab UII yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian pada masyarakat, dan dakwah. Prodi Pendidikan Kimia UII mewujudkan program pengabdian kepada masyarakat dalam wujud pendirian Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) yang bernama UNISIA yang merupakan singkatan dari Universitas Islam Indonesia. LBB ini diharapkan dapat mewadahi para siswa yang ingin belajar atau memperdalam materi yang diajarkan di sekolah. Di samping itu, para siswa yang akan menghadapi ujian akhir sekolah seperti Ujian Nasional (UN) ataupun Ujian Akhir Sekolah (UAS) dapat mendaftarkan diri pada LBB UNISIA milik Prodi Pendidikan Kimia UII ini.

LBB UNISIA ini diresmikan pada tanggal 26 Januari 2016 yang bertempat di Fakultas MIPA UII. Tenaga pengajarnya hampir limapuluh persen adalah dosen Pendidikan Kimia yang bergelar master dan sisanya adalah mahasiswa. Walapun masih baru didirikan, LBB ini cukup menarik perhatian dari kalangan masyarakat, setidaknya sudah ada kurang lebih seratus siswa dari berbagai sekolah yang ada di Yogyakarta yang telah mendaftarkan diri sebagai peserta bimbingan belajar. Kebanyakan pesertanya berada di bangku kelas XII yang akan menghadapi Ujian Nasional. LBB UNSIA ini bertujuan mewujudkan siswa yang berprestasi yang dapat meraih nilai ujian nasional sebaik mungkin.

“Harapannya LBB UNISIA ini dapat memfasilitasi para siswa baik yang akan menghadapi ujian nasional (UN) ataupun hanya ingin belajar memperdalam materi pelajaran di sekolah saja” ungkap Kaprodi Pendidikan Kimia Riyanto, Ph.D. di sela-sela acara pembukaan lembaga bimbingan tersebut.

Program bimbingan belajar ini dimulai pada hari Sabtu (30/1) dengan acara try out, di mana para siswa sebelum mengikuti bimbingan belajar diharuskan untuk mengikutinya guna mengetahui kemampuan para siswa dalam mengerjakan soal-soal kimia. Di samping try out, nantinya di pertengahan dan di akhir proses pelaksanaan bimbingan belajar, para siswa juga akan mendapatkan try out lagi guna mengetahu progres kemampuan siswa dalam hal menjawab soal-soal yang diujikan.