Pengabdian Masyarakat MGMP Kimia Kabupaten Musi Banyuasin

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Islam Indonesia yang berisi pelatihan “Pembuatan Media Pembelajaran dengan Camtasia.”

camtasia

Camtasia Studio Software (perangkat lunak) yang dikembangkan oleh TechSmith Coorporation. Camtasia menawarkan beberapa fitur, diantaranya record the screenrecord voice naration, dan record power point.

Software ini bisa kita manfaatkan untuk membuat media pembelajaran berbasis multimediadan e-learning yaitu dengan membuat video tutorial atau pelatihan, video penyelesaian soal kimia, dan membuat video presentasi.

Modul camtasia yang disusun oleh Tim Prodi Pendidikan Kimia dapat diunduh disini.

Prodi Pendidikan Kimia UII BerKolaborasi dengan UKM Malaysia

Prodi Pendidikan Kimia Fakultas MIPA UII menjalin kerjasama dengan Fakulti Pendidikan UKM Malaysia. Kerja sama ini merupakan Hibah Kompetensi Implementasi Kerjasama (HKIKS) Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemasaran, Kerja Sama dan Alumni – UII. Kerjsama sama ini berteme “Collaboration to Improve the Competences of Lecturer, Teacher, and Student”, Collaboration to Improve the Competences of Lecturer, Teacher, and Student merupakan aktivitas implementasi kerjasama dalam bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat antara Program Studi Pendidikan Kimia dengan Departement of Methodology and Educational Practice, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Aktivitas yang diusulkan berupa pelatihan dalam bidang pendidikan kimia. Isu utama yang diangkat dalm kegiatan ini adalah pembelajaran Science Technology Engineering Mathematic (STEM) dan 21st century skill dalam pembelajaran kimia. Kedua isu tersebut merupakan tren perkembangan dalam bidang pendidikan kimia.

HKIKS_01

Sasaran aktivitas ini adalah dosen kedua institusi dan mahasiswa pendidikan kimia. Selain itu training juga diikuti oleh guru-guru kimia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang telah menjalin kerjasama dengan Prodi Pendidikan Kimia, antara lain MGMP Kimia Kabupaten Magelang, Klaten, Kulon Progo, dan Bantul. Keikutsertaan guru-guru kimia sebagai bentuk implementasi kerjasama dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.
Luaran aktivitas ini adalah adanya peningkatan kompetensi dosen, mahasiswa, dan guru kimia dalam pengajaran kimia. 

Seluruh dosen Prodi Pendidikan Kimia pada tanggal 10 Juli 2017 telah mendapatkan pelatihan penerapan STEM dan 21st century skills di UKM. Pelatihan juga diikuti oleh satu mahasiswa selaku ketua HMPK Pendidikan Kimia. Narasumber pelatihan yaitu Prof. Dr. Kamisah Osman, Ph.D, Prof. Dato Moh. Subahan, Ph.D., dan Linda Samad, M.Ed. Aktivitas tersebut memberikan dampak pada peningkatan wawasan keilmuan dosen dan mahasiswa. Selain itu juga membuka wacana bagi kedua belah pihak untuk mengadakan credit transfer bagi mahasiswa UII di UKM.

HKIKS_06

Tanggal 22 Juli 2017, diadakan Training Collaborative dengan Departement of Methodology and Educational Practice, UKM. Training Collaborative ini diikuti oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia dan guru-guru kimia. Narasumber pelatihan Dr. Lee Tien Tien. Aktivitas training collaborative diikuti oleh mahasiswa Pendidikan Kimia dan guru kimia dari MGMP Kimia Kabupaten Magelang, Klaten, Kulon Progo, Bantul, Gunung Kidul, Sleman, MAN DIY. Jumlah total peserta guru sebanyak 210 guru. Keterlibatan MGMP tersebut sebagai bentuk implementasi kerjasama dari naskah MoU yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak. Topik pelatihan difokuskan pada praktik pendidikan kimia di Malaysia, STEM, 21st century skills, dan media pembelajaran.

Alhamdulillah, Pendidikan Kimia UII Raih Akreditasi B

Yogyakarta (12/06/17), Prodi Pendidikan Kimia Universitas Islam Indonesia (UII) merupakan program studi baru di lingkungan kampus UII yang berdiri pada tanggal 1 Juli 2014 dan mendapatkan izin berdiri dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Surat Keputusan Nomor 190/E/2014. Meskipun baru beroperasi di tahun ketiga ini, Prodi Pendidikan Kimia memiliki komitmen untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas. Pasalnya, pada tahun 2016 lalu, Pendidikan Kimia telah mengajukan re-akreditasi guna mendapatkan akreditasi yang lebih baik. Alhamdulillah, pada bulan September 2016 telah divisitasi dan pada tahun 2017 bertepatan dengan bulan suci Ramadhan Prodi Pendidikan Kimia UII dinyatakan sebagai salah satu prodi yang memiliki kapabilitas yang baik dengan mencapai akreditasi B berdasarkan surat keputusan nomor 1491/SK/BAN-PT/Ak-SURV/S/V/2017.

AKREDITASI PENDIDIKAN KIMIA UII

“Pendidikan kimia sudah selayaknya mendapatkan akreditasi B. Selain dikarenakan fasilitasnya, baik sarana maupun prasarana yang mendukung, juga jumlah peminat dari prodi ini setiap tahunnya mengalami peningkatan. Disamping itu, prestasi mahasiswa juga tidak kalah bersaing dengan mahasiswa dari prodi yang lain”. kata Prof. Riyanto, Ph.D., Kaprodi Pendidikan Kimia.

“Syukur Alhamdulillah Prodi kami bisa mendapatkan akreditasi B meskipun baru berdiri dan ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan dan kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak baik dosen, karyawan maupun mahasiswa dan pihak dekanat FMIPA yang telah membantu dan berjuang keras dalam pencapaian ini”. ungkap Krisna Merdekawati, M.Pd. selaku sekretaris prodi pendidikan kimia.

Prestasi ini, tegas Riyanto, merupakan prestasi yang membanggakan bagi seluruh civitas akademika UII terutama prodi pendidikan kimia, walaupun belum menghasilkan lulusan, akan tetapi prodi ini mampu menjadi prodi yang berkualitas dengan bukti hasil akreditasi tersebut.

Sambut suka cita dan rasa syukur tidak hanya terungkap oleh para dosen dan karyawan saja akan tetapi mahasiswa Pendidikan Kimia juga sangat senang dan bahagia atas keluarnya hasil akreditasi tersebut.

“Kami sebagai mahasiswa Pendidikan Kimia sangat bangga karena prodi kami telah terkareditasi B, harapannya prestasi ini dapat dipertahankan ditingkatkan untuk kedepannya supaya akreditasinya menjadi A”. ungkap Desi Retnosari, mahasiswa Pendidikan Kimia angkatan 2014 yang pernah praktik mengajar di Thailand.

Dengan prestasi ini, semoga tidak membuat puas dan bangga akan tetapi dapat dijadikan motivasi dan lebih semangat dalam menciptakan lulusan yang berkualitas yang bermafaat bagi sesamanya sesuai dengan visi dan misi UII yang menjadikan rahmat bagi alam semesta dalam rangka membentuk cendekiawan muslim dan pemimpin bangsa yang bertakwa, berakhlak mulia, berilmu amaliah dan beramal ilmiah, yang memiliki keunggulan dalam keislaman, keilmuan, kepemimpinan, keahlian, kemandirian dan profesionalisme. (mhm)

Tujuh Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Universitas Islam Indonesia (UII) mengikuti Program SEA-Teacher Project di Thailand dan Philipina

Sebanyak tujuh Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia (UII) dikirim untuk mengikuti Program SEA-Teacher Project di Thailand dan Philipina. Ketujuh mahasiswa peserta SEA-Teacher Project tersebut dilepas secara langsung oleh Wakil Rektor I UII Dr. Ing. Ilya Fadjar Maharika, MA.,IAI. Pada Jumat (13/1) di Gedung Rektorat Kampus Terpadu UII. Ketujuh mahasiswa tersebut adalah Zahra Mujahida (2014), Tufia Nurfitriani Febri (2014), Shoviah Faradillah (2014), Iluk Nailurrohmah (2015), Suaebatul Aslamiah (2015), Afianti Riski Aminudin (2015), dan Nadia Aprilia (2015).

2017.1.13. seamao

Program SEA-Teacher merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO). Peserta program SEA-Teacher Project akan mengikuti pendidikan di perguruan tinggi di negara-negara anggota SEAMAO sesuai kerjasama yang disepakati antar perguruan tinggi. Di samping mengikuti pendidikan perkuliahan, peserta program SEA-Teacher Project juga diharuskan menjadi guru dan mengajar di sekolah-sekolah yang telah bekerjasama dengan perguruan tinggi tempat mereka belajar.

Dr. Ilya berharap para mahasiswa peserta SEA-Teacher Project tersebut adalah salah satu upaya UII dalam melakukan internasionalisasi mahasiswa sehingga para mahasiswa dapat menggali pengalaman lebih luas di negara lain. Menurutnya, pihak universitas telah berusaha menjalin komunikasi dengan Duta-duta Besar RI di seluruh dunia agar para mahasiswa dapat menjelajah ke negara-negara tersebut. “Kami sudah berkomunikasi menembus Dubes-dubes RI di seluruh Dunia, sehingga mahasiswa dapat menjelajah ke mana-mana bahkan ke negeri antah barantah”. Ujarnya.

Melalui program SEA-Teacher Project yang memang fokus pada program studi pendidikan, Dr. Ilya berharap para mahasiswa UII selain menjadi duta ilmu pengetahuan juga sebagai duta Islam karena memiliki misi dakwah selama berada di Thailand dan Philipina.  “Saya berharap mehasiswa memiliki mental baja, saya melihat guru bukan hanya transfer knowledge, lantas bisa menjadi duta Islam, duta Indonesia, dan ilmu yang dimiliki berguna untuk masyarakat yang membutuhkan.” Jelasnya.

Senada dengan Dr. Ilya, Direktur Direktorat Pengembangan Bakat Minat dan Kesejahteraan Mahasiswa (DPBMKM) UII Beni Suranto, ST.,M.Soft.Eng. menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa UII dalam program SEA Teacher Project kali ini semakin menunjukkan trend positif di kalangan mahasiswa terkait kegiatan internasional. “Peningkatan keterlibatan mahasiswa UII dalam event internasional akhir-akhir ini sangat luar biasa, kami sudah melaporkan ke Kemenristekdikti dan sedang menunggu hasil pemeringkatannya secara nasional, semoga peringkat kita bisa menjadi yang terbaik”. Ujarnya.

Disampaikan juga oleh Manajer Pengembangan Program, Program Internasional UII Herman Felani, MA., yang selama beberapa tahun terakhir menjadi Supervisor bagi para mahasiswa UII peserta SEA-Teacher Project, bagi UII sendiri ini merupakan kali ketiga terlibat dalam program yang digagas oleh SEAMAO, selama tiga tahun terakhir sebanyak 30 mahasiswa telah mengikuti program SEA Teacher Project di Thailand, Philipina, dan Malaysia.

,

Workshop Akhlak Profetik dalam Pembelajaran Kimia

Workshop Akhlak Profetik dalam Pembelajaran Kimia

Secara jelas, tujuan Universitas Islam Indonesia (UII) sebagaimana tercantum dalam Statuta UII adalah (a) membentuk cendekiawan muslim dan pemimpin bangsa yang berkualitas, bermanfaat bagi masyarakat, menguasai ilmu keislaman dan mampu menerapkan nilai-nilai Islami serta berdaya saing tinggi; dan (b) mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, sastra, dan seni yang berjiwa Islam; (c) turut serta membangun masyarakat dan negara Republik Indonesia yang adil dan makmur serta mendapat ridla Allah SWT; dan (d) mendalami, mengembangkan, dan menyebarluaskan pemahaman ajaran agama Islam untuk dipahami, dihayati, dan diamalkan oleh warga Universitas dan masyarakat.

Salah satu substansi tujuan tersebut adalah adanya integrasi antara Islam ke dalam semua proses pendidikan di UII.

Prodi Pendidikan Kimia Universitas Islam Indonesia pada Selasa (10/05) telah menyelenggarakan workshop penulisan buku yang bertemakan “Akhlak Profetik dalam Pembelajaran Kimia”. Workshop tersebut diikuti oleh seluruh dosen Pendidikan Kimia UII dengan narasumber dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Imelda Fajriati, M.Si.

Beliau mengemukakan bahwa akhlak profetik merupakan perilaku dan sifat nabi yang mempunyai ciri sebagai manusia yang tidak hanya ideal secara spiritual-individual, tetapi juga menjadi pelopor perubahan, membimbing masyarakat ke arah perbaikan dan melakukan perjuangan tanpa henti melawan penindasan. Para nabi tidak hanya mengajarkan dzikir dan do’a tetapi mereka juga datang dengan suatu ideologi pembebasan.

Pendekatan Akhlak Profetik Menjadi Penting dalam Pendidikan hal ini dikarenakan pendidikan akhlak merupakan jiwa dalam pendidikan Islam. Pencapaian akhlak sempurna (Akhlaqul Karimah) adalah tujuan pendidikan yang sebenarnya untuk melahirkan generasi penerus yang memiliki akhlaqul karimah. Dengan model pendekatan ini diharapkan seseorang dapat menjadi pribadi yang bersih, disiplin, jujur, bertanggung jawab, cerdas, kreatif, peduli, suka menolong, rendah hati.

 

Setelah dilaksanakn workshop ini, Prodi Pendidikan Kimia UII akan membuat suatu buku yang menggambarkan integrasi Islam dalam pembelajaran kimia. Harapannya dengan penyusunan buku tersebut bisa menjadi bahan ajar untuk mahasiswa pendidikan kimia dan referensi untuk guru kimia.

Program pembuatan buku yang menintegrasikan dan mengkoneksikan antara pembelajaran kimia dengan akhlaq profetik didanai oleh Badan Pengembangan akademik (BPA) UII dalam program Hibah Buku Islam dalam Disiplin Ilmu. (Muhaimin)

,

Kuliah Tamu Pembinaan Karir Mahasiswa “Jangan Takut Menatap Masa Depan”

Rabu (19/4/2016) Prodi Pendidikan Kimia FMIPA UII telah menyelenggarakan “Kuliah Tamu Pembinaan Karir Mahasiswa” dengan tema “Jangan Takut Menatap Masa Depan”. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa memperoleh tambahan wawasan dan keterampilan yang dapat membantunya sukses dalam meraih masa depan. Pembicara yang hadir dalam kegiatan ini adalah Agus Kamaludin, M.Pd.Si. (Penulis Buku dan Dosen Prodi Pendidikan Kimia UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) dan Joko Susilo, S.Pd. (Guru Kimia di Jogja International School).

Kuliah Tamu 1

Sebagi pembicara pertama, Agus Kamaludin, M.Pd.Si. memaparkan tentang memaksimalkan potensi dan bakat yang diberikan Allah SWT kepada kita. Karena banyak potensi yang bisa dikembangkan namun belum bisa dimaksimalkan. Salah satu caranya dengan mempelajari dan menekuni keterampilan-keterampilan yang menjanjikan secara materi agar bisa menjadi bekal di masa depan. Dalam hal ini beliau berbagi cerita tentang lika-liku menjadi seorang penulis. Beliau mengungkapkan bahwa menjadi seorang penulis adalah profesi yang menjanjikan saat ini. Hal ini karena hasil royalti dari penulisan buku bisa terus mengalir tanpa harus bekerja. Di sela-sela presentasinya beliau menyampaikan tentang cara menulis buku dan mengirimkan naskah ke penerbit buku. Di akhir pemaparannya beliau menyampaiakan beberapa buku yang sudah terbit di salah satu penerbit terbesar di Yogyakarta.

Joko Susilo, S.Pd. sebagai pembicara yang kedua menyampaikan tentang kompetensi yang harus dimiliki dalam menghadapi tantangan global saat ini. Beliau yang merupakan guru kimia di Jogja International School menjelaskan bagiamana menjadi guru yang bisa menginspirasi dan menghebatkan peserta didiknya. Ada dua hal yang harus dimiliki, yaitu menguasai kemampuan bahasa asing (terutama Bahasa Inggris) dan meningkatkan kemampuan penguasaan materi.

Kuliah Tamu

Setelah kedua pembicara memberikan materi presentasi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta kuliah tamu sangat antusias dan terjadi diskusi yang menarik. Kemudian acara ditutup dengan penyerahan cinderamata oleh Kaprodi Pendidikan Kimia, Riyanto, Ph.D. Beliau menyampaikan bahwa “masa depan adalah milik mereka yang menyiapkan hari ini”. “dan masa depanmu tergantung pada impianmu sendiri”, imbuhnya.

,

Pendidikan Kimia UII adakan Praktikum Kimia untuk MAN Pakem Yogyakarta

Dalam rangka meningkatkan kerja sama antar lembaga, Prodi Pendidikan Kimia UII menyelenggarakan praktikum kimia dasar yang diperuntukkan bagi siswa/siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pakem di Laboratorium Pendidikan Kimia FMIPA UII Yogyakarta. Pelaksanaan praktikum ini diselenggarakan pada hari Sabtu 20 Februari 2016 dengan topik Titrasi dan Reaksi asam-basa dengan jumlah peserta 38 siswa dari kelas IPA 1 dan IPA 2.

Jpeg

Praktikum MAN Pakem

Materi praktikum kimia ini terdiri dari tiga judul percobaan yaitu identifikasi asam basa, titrasi asam basa dan netralisasi air limbah yang bersifat asam. Pada percobaan pertama yaitu identifikasi asam-basa, para siswa diajarkan tentang caranya mengetahui sifat suatu larutan. Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini relatif sederhana dan mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Dalam percobaan ini, para siswa menentukan sifat asam dan basa pada sampel dengan menggunakan kertas lakmus dan indikator universal digunakan untuk menentukan pH sampel tersebut.

Kemudian pada percobaan kedua, titrasi asam basa, para siswa diajarkan tentang cara menentukan konsentrasi dari sampel yang belum diketahui konsentrasinya. Selain memberi pengetahuan tentang bagaimana cara menentukan konsentrasi suatu larutan, pada percobaan ini juga bertujuan melatih para siswa untuk dapat menggunakan alat titrasi.

Pada percobaan ketiga yaitu netralisasi air limbah yang bertujuan agar para siswa dapat menerapkan prinsip netralisasi air limbah dan siswa dapat juga menentukan pH air limbah yang sedang dinetralisasi. Percobaan ini bersifat aplikatif, di mana para siswa diberikan pengetahuan tentang penerapan ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari baik pada skala kecil maupun industri.

Para siswa/siswi sangat senang dan antusias dalam mengikuti kegiatan praktikum ini, karena mereka dapat memahami dengan jelas sesuai apa yang sudah diterangkan di kelas oleh guru mereka. Salah seorang siswa yang bernama Siti Aisyah mengatakan,“kami menjadi sangat senang dan bersemangat dalam mempelajari kimia, dan ternyata kimia itu ilmu yang menarik, tidak hanya dapat dipelajari di kelas saja, akan tetapi dapat juga dipelajari di laboratorium”,

Dalam kegiatan praktikum ini para siswa/siswi juga didampingi oleh guru kelas dan juga koordinator Laboratorium MAN Pakem, Ibu Budi Hastuti. Kemudian rangkaian kegiatan praktikum tersebut ditutup dengan makan siang bersama.

,

Pendidikan Kimia miliki LBB UNISIA

Setiap perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang harus dijalankan oleh perguruan tinggi tersebut. Universitas Islam Indonesia (UII) adalah salah satu perguran tinggi swasta yang memiliki tanggung jawab untuk mengabdikan diri terhadap masyarakat. Catur Dharma merupakan wujud dari tanggung jawab UII yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian pada masyarakat, dan dakwah. Prodi Pendidikan Kimia UII mewujudkan program pengabdian kepada masyarakat dalam wujud pendirian Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) yang bernama UNISIA yang merupakan singkatan dari Universitas Islam Indonesia. LBB ini diharapkan dapat mewadahi para siswa yang ingin belajar atau memperdalam materi yang diajarkan di sekolah. Di samping itu, para siswa yang akan menghadapi ujian akhir sekolah seperti Ujian Nasional (UN) ataupun Ujian Akhir Sekolah (UAS) dapat mendaftarkan diri pada LBB UNISIA milik Prodi Pendidikan Kimia UII ini.

LBB UNISIA ini diresmikan pada tanggal 26 Januari 2016 yang bertempat di Fakultas MIPA UII. Tenaga pengajarnya hampir limapuluh persen adalah dosen Pendidikan Kimia yang bergelar master dan sisanya adalah mahasiswa. Walapun masih baru didirikan, LBB ini cukup menarik perhatian dari kalangan masyarakat, setidaknya sudah ada kurang lebih seratus siswa dari berbagai sekolah yang ada di Yogyakarta yang telah mendaftarkan diri sebagai peserta bimbingan belajar. Kebanyakan pesertanya berada di bangku kelas XII yang akan menghadapi Ujian Nasional. LBB UNSIA ini bertujuan mewujudkan siswa yang berprestasi yang dapat meraih nilai ujian nasional sebaik mungkin.

“Harapannya LBB UNISIA ini dapat memfasilitasi para siswa baik yang akan menghadapi ujian nasional (UN) ataupun hanya ingin belajar memperdalam materi pelajaran di sekolah saja” ungkap Kaprodi Pendidikan Kimia Riyanto, Ph.D. di sela-sela acara pembukaan lembaga bimbingan tersebut.

Program bimbingan belajar ini dimulai pada hari Sabtu (30/1) dengan acara try out, di mana para siswa sebelum mengikuti bimbingan belajar diharuskan untuk mengikutinya guna mengetahui kemampuan para siswa dalam mengerjakan soal-soal kimia. Di samping try out, nantinya di pertengahan dan di akhir proses pelaksanaan bimbingan belajar, para siswa juga akan mendapatkan try out lagi guna mengetahu progres kemampuan siswa dalam hal menjawab soal-soal yang diujikan.

,

Kuliah Tamu bagi Mahasiswa Baru T.A. 2015

Akademik

Puji Syukur Alhamdulillah kegiatan kuliah tamu yang dilaksanakan oleh prodi pendidikan kimia FMIPA UII secara garis besar berjalan dengan lancar dan sukses.
Harapannya, dengan diadakannya kegiatan ini mahasiswa dapat mempunyai gambaran tentang masa depan yang akan dicapai ketika mereka sudah lulus menjadi sarjana. Sehingga, dengan pengetahuan yang diperoleh dari kuliah tamu ini, mahasiswa menjadi lebih giat dan rajin dalam menjalani perkuliahan serta tidak bimbang, akan bekerja di mana mereka ketika sudah menjadi seorang sarjana, dan bebas menentukan apakah akan menjadi guru kimia yang profesionanl ataupun menjadi seorang yang bekerja di perusahaan.

Sebagai pembicara pertama, yudha puspito mengatakan bahwa, agar lulusan pendidikan kimia dapat bersaing di dunia industri maka harus membekali diri dengan beberapa keahlian, di antaranya tentang keahlian penggunaan instrumen kimia seperti UV-Vis, GC, dan HPLC. Sedangkan pembicara kedua, Faizal Akhmad Adi Masbukhin, menjelaskan bahwa Lulusan Pendidikan Kimia dipersiapkan agar dapat menjadi agen penyebar informasi keilmuan kimia dan pendidikan karena telah mendapat pembekalan yang cukup selama masa kuliah. Lulusan sangat berpeluang untuk menjadi tenaga pendidik baik guru atau dosen di berbagai instansi, menjadi peneliti, menempuh studi lanjut pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan peran-peran lain di masyarakat.

Setelah kedua pembicara memberikan materi presentasi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta kuliah tamu sangat antusias dan banyak yang bertanya kepada kedua pembicara tersebut. Kemudian acara ditutup dengan pembagian doorprize, foto dan makan siang bersama.

,

Studi Banding ke UPI Bandung

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu Prodi Pendidikan Kimia FMIPA UII, maka Prodi Pendidikan FMIPA UII melaksanakan studi banding ke Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI Bandung. Dipilihnya ke Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI Bandung karena dinilai mempunyai pengelolaan Prodi Pendidikan Kimia yang baik dan mempunyai SDM yang berkualitas, hal ini terbukti dengan diraihnya akreditasi A sejak tahun 1998 serta menjadi jurusan yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menyelenggarakan program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

upi2

Studi Banding ke UPI diikuti oleh enam dosen Prodi Pendidikan Kimia, yaitu Riyanto, Ph.D., Muhaimin, M.Sc., Krisna Merdekawati, M.Pd., Lina Fauzi’ah, M.Sc., Artina Diniaty, M.Pd., dan Widinda Normalia Arlianti, M.Pd. Setibanya di UPI Bandung langsung disambut dengan ramah oleh Ketua Departemen Pendidikan Kimia UPI Bandung, Dr. Ahmad Mudzakir, M.Si.; Sekretaris Departemen, Dr. Nahadi, M.Pd., M.Si.; Ketua Program Studi Pendidikan Kimia FPMIPA UPI Bandung, Dr. Sjaeful Anwar; dan Prof. Dr. Anna Permanasari, M.Si. Kegiatan inti studi banding pun diawali dengan pemaparan tentang Departemen Pendidikan Kimia FPMIPA UPI oleh Ketua Departemen Pendidikan Kimia UPI Bandung, Dr. Ahmad Mudzakir, M.Si.

Beliau menyampaikan bahwa Departemen Pendidikan Kimia membawahi dua prodi yaitu Prodi Pendidikan Kimia dan Prodi Kimia dengan staf pengajar/dosen sebanyak 48 orang. Departemen Pendidikan Kimia FPMIPA UPI mempunyai tiga kebijakan utama, yaitu: menghasilkan lulusan yang profesional dan berdaya saing global serta berakhlak mulia, melakukan perbaikan terus menerus terhadap proses, layanan, dan efektivitas penerapan Sistem Manajemen Mutu, dan menerapkan Sistem Manajemen ISO 9001:2008 Certificate Number: 48265/A/0001/UK/En.

Beliau menambahkan bahwa lulusan program studi pendidikan kimia berhak menyandang gelar S.Pd. dan mereka memiliki kualifikasi untuk menjadi tenaga pendidik (guru) kimia di SMA atau sekolah kejuruan yang memiliki mata pelajaran kimia. Lulusan program studi kimia lebih ditujukan untuk menjadi guru kimia. Mereka memiliki peluang besar untuk menjadi guru kimia di SMA, MAN, SMK Kimia, dan Sekolah Farmasi, atau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Selain itu, lulusan program pendidikan kimia juga berpeluang untuk menjadi tenaga guru kimia pada lembaga bimbingan belajar, atau membuka lapangan pekerjaan sendiri. Pada kenyataannya, mereka tersebar di berbagai sektor, baik sektor pendidikan formal dan non formal, maupun sektor lain seperti lembaga kependidikan, pusat-pusat pengembangan, ekonomi, bisnis, industri, bahkan politik.

Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI Bandung sudah menyelenggarakan Pendidikan Profeis Guru (PPG). Landasan PPG merujuk pada pasal 1 ayat 2 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 8 Tahun 2009 tentang Pendidikan Profesi Guru disebutkan bahwa program pendidikan profesi guru prajabatan yang selanjutnya disebut program Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S1 kependidikan dan S1/D IV nonkependidikan yang memiliki bakat dan minat menjadi guru agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan sehingga dapat memperoleh sertifikat pendidik profesional pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

studi banding ke UPI

Sebelum mengikuti program PPG, calon peserta yang lolos seleksi harus sudah memiliki ijazah pendidikan akademik yang relevan, dalam hal ini calon peserta sudah menamatkan sarjana pendidikan kimia. Bagi peserta yang belum memilikinya, diwajibkan untuk mengikuti program matrikulasi. Matrikulasi diberlakukan hanya untuk program PPG prajabatan. Matrikulasi adalah sejumlah matakuliah yang wajib diikuti oleh peserta program PPG yang sudah dinyatakan lulus seleksi untuk memenuhi kompetensi akademik bidang studi dan/atau kompetensi akademik kependidikan sebelum mengikuti program PPG. Hal inilah yang menjadi harapan ke depan bahwa Prodi Pendidikan Kimia UII akan membuka program PPG ini sehingga lulusan Prodi Pendidikan Kimia UII akan menjadi pendidik yang profesional dan dibuktikan dengan sertifikat pendidik profesional.

Dipenghujung acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan/plakat yang diserahkan oleh Kaprodi Pendidikan Kimia FMIPA UII, Riyanto, Ph.D. dan diterima oleh Ketua Departemen Pendidikan Kimia UPI Bandung, Dr. Ahmad Mudzakir, M.Si..