,

Irmawati Juara 3 Fahmil Qur’an Provinsi Kalimantan Timur

1

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, FMIPA, UII kembali lagi berunjuk gigi dalam hal prestasi. Kali ini prestasi itu datang dari perlombaan MTQ XI tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2015. Mahasiswa tersebut adalah Irmawati Firdaus.

Mengutip dari http://kaltim.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=260354 bahwa telah berakhir pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke- XXXVII tahun 2015 tingkat Propinsi Kalimantan Timur/Kalimantan Utara yang diselenggarakan mulai tanggal 9-18 Mei di Sendawar Kabupaten Kutai Barat. Dalam keikutertaannya, Kabupaten Nunukan mengirimkan 28 Kafilah dengan berbagai cabang lomba yang diikuti. Selanjutnya dari hasil pelaksanaan MTQ di Kubar, Nunukan menempati posisi ke – 12 dari 14 Kabupaten/Kota yang ada di Kaltim dan Kaltara dimana keputusan tersebut diketahui pada acara penutupan yang digelar tadi malam (17/5/2015).

Dalam acara penutupan yang dilaksanakan di Taman Budaya Sendawar mewakili Gubernur Kalimantan Timur yaitu Asiten III Bidang Kesra Sekretariat Propinsi Kaltim H. Bere Ali menutup secara resmi MTQ ke-XXXVII tahun 2015. Kemudian dari Pemerintah Kabupaten Nunukan yang mewakili yaitu Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setkab.Nunukan Slamet Riady dan Ketua Rombongan H.M.Shaberah yang juga merupakan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Nunukan.

Humas Kantor Kementrian Agama Kabupaten Nunukan Sayid Abdullah mengatakan dari hasil akhir sebagaimana yang diumumkan oleh Dewan Hakim bahwa Nunukan menempati posisi ke-12 dari 14 Kabupaten/Kota yang mengikuti MTQ kali ini.

Adapun pemenang dari beberapa cabang lomba yaitu Sahmil Juara Harapan 3 Tatil Quran, M.Yasin Juara Harapan 2 Tilawah anak-anak, Aspuri Juara 2 Tilawah Dewasa, Hafiah Rahman Juara 2 Tilawah Cacat Netra Qoriah, Ismail Juara Harapan 3 Tilawah Cacat Netra Qori. Selanjutnya ada M. Habiburahman Juara Hapan 3 Hifdzil Quran Gol.1 juz, Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) yang diwakili Ihsan Ibrahim, Iramawati Firdaus dan Nurhana  Juara 3, Saifudin Juara Harapan 3 Kaligrafi Golongan Naskah Putra dan Nur Sariwangi Juara Harapan 2 Musabaqah Makalah Quran Putri.

Sayid menjelaskan dari hasil nilai yang diraih sehingga ditetapkan Kafilah Kota Samarinda sebagai Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an ke – XXXVII tahun 2015 dengan memperoleh nilai 62, disusul perwakilan dari Propinsi Kalimantan Utara yaitu Kafilah Kabupaten Malinau sebagai Juara 2 dengan nilai 44 dan Juara 3 diraih oleh Kafilah Kutai Kartanegara dengan nilai 43.

Selanjutnya berurutan dari posis 4 sampai posisi 14 yaitu Kafilah Bontang dengan nilai 31, Kafilah Balikpapan dengan nilai 29, Kafilah Bulungan dengan nilai 28, Kafilah Berau dengan nilai 28, Kafilah Kutai Timur dengan nilai  21.

Selanjutnya Kafilah Paser dengan nilai 20, Kafilah Tarakan dengan nilai 13, Kafilah tuan rumah Kutai Barat dengan nilai 11, Kafilah Nunukan dengan nilai 7, Kafilah Penajam Paser Utara dengan nilai 6 dan Kafilah Kabupaten Tana Tidung dengan nilai 0.“Jadi kita diurutkan untuk wilayah Kaltara, Malinau ditempat pertama, kemudian disusul Bulungan, Tarakan, Nunukan dan terakhir Tana Tidung,” ucapnya.

,

Ponpes Ainurrafiq Bersilaturrahim ke Pendidikan Kimia

dekan

Selasa (19/05/2015) Fakultas MIPA, Universitas Islam Indonesia menerima kunjungan dari Ponpes Ainurrafiq, Kuningan, Jawa Barat. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Dekan FMIPA, Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D. dan melibatkan Prodi Pendidikan Kimia sebagai tim penerima kunjungan. Rombongan dari Ponpes Ainurrafiq berjumlah 110 peserta, 105 orang adalah siswa-siswi kelas XII dan 5 orang selebihnya adalah guru pendamping dan Pimpinan Ponpes Ainurrafiq.

Dalam kesempatan pertama, Dekan FMIPA, Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D memberikan sambutan kepada peserta yang hadir. Ia mengungkapkan bahwa Universitas Islam Indonesia merupakan Universitas tertua di Indonesia, dan sekarang sedang berulang tahun yang ke 72. Universitas Islam Indonesia merupakan satu di antara Perguruan Tinggi yang telah terakreditasi “A” oleh BAN PT. Oleh karena itu, merupakan langkah yang tepat jika memilih UII sebagai tempat untuk belajar untuk mencapai masa depan yang lebih baik.

Perwakilan dari Ponpes Ainurrafiq juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada civitas akademik Universitas Islam Indonesia, khususnya FMIPA yang telah baik hati menerima silaturrahim dari mereka. Ia juga berharap bahwa salah-satu dari siswa-siswinya dapat melanjutkan kuliah di Universitas Islam Indonesia. Ia yakin bahwa UII merupakan salah satu kampus yang religius, kaya akan wawasan agama Islam dan akan membina mahasiswa-mahasiswinya sehingga menjadi insan yang mempunyai sifat “Ulil Albab”.

filePeserta Kunjungan dari Ponpes Ainurrafiq

Setelah sambutan dari Dekan FMIPA dan perwakilan dari Ponpes Ainurrafiq, acara kembali dilanjutkan oleh pemaparan materi mengenai pengenalan Universitas Islam Indonesia secara menyeluruh. Materi disampaikan oleh Kaprodi Pendidikan Kimia,  Riyanto, Ph.D. yang baru saja terpilih sebagai Juara I Dosen Berprestasi se UII. Ia menyampaikan materi dengan gaya mirip Stand Up Comedy, dapat menyampaikan materi dengan baik, ada pesan moral, dan membuat peserta tertawa lepas terpingkal-pingkal. Riyanto, Ph.D. menyampaikan bahwa salah satu ilmu yang harus dipelajari untuk memajukan suatu bangsa adalah ilmu Sains (Kimia, Fisika, Biologi, Matematika). Gelegak tawa kembali muncul dari peserta ketika ia berkata bahwa, Ilmu-ilmu sains tersebut umumnya bertempat di FMIPA (Fakultas Matematika dan Ilmu “Paling Angeel”). Ia kemudian mengakhiri materinya dengan memberikan pesan bahwa kuliahlah di Prodi dan ilmu yang disukai dan sesuai minat dari peserta acara.

Di akhir kegiatan, para peserta dan tim dari Pendidikan Kimia melakukan kunjungan ke laboratorium terpadu UII dan Pusat Studi Minyak Atsiri Kimia, FMIPA UII.

pesertaPeserta, Guru, dan Dosen Pendidikan Kimia

,

Pendidikan Kimia Menyelenggarakan Workshop Standarisasi Lab. Microteaching

IMG_20150502_084220

 

Sabtu (2/4/2015) Program Studi Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Islam Indonesia telah menyelenggarakan “Workshop Standarisasi Laboratorium Microteaching”. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui prosedur yang tepat dalam membuat dan mengelola laboratorium microteaching. Pembicara yang hadir dalam kegiatan ini adalah Dr. H. Asep Herry Hernawan, M.Pd. dari UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) dan Rr. Lis Permana Sari, M.Si dari UNY (Universitas Negeri Yogyakarta). Peserta yang hadir di dalam kegiatan ini antara lain Dosen-dosen dari Prodi Kimia, D3 Analis Kimia, Pendidikan Kimia, Pendidikan Agama Islam, dan Pendidikan Bahasa Inggris.

Sebagai pembicara pertama, Dr. H. Asep Herry Hernawan, M.Pd. menjelaskan bahwa “Microteaching adalahSuatu pendekatan pembelajaran di mana segala sesuatunya dikecilkan atau disederhanakan dan dilaksanakan dalam situasi laboratoris yang terencana, terkontrol, dan berkelanjutan untuk membentuk dan mengembangkan keterampilan mengajar guru atau calon guru.”

Dr. H. Asep Herry Hernawan, M.Pd, yang saat ini merupakan assesor Pendidikan di DIKTI juga mengungkapkan bahwa peralatan-perlatan yang dibutuhkan di dalam laboratorium microteahing antara lain adalah: Perangkat komputer, Quad, Pan contro, Mixer audio, Amplifer, TV monitor, VCD player, Speaker, Kamera, Lighting.

P_20150502_110633

Pembicara kedua, Rr. Lis Permana Sari, M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Kaprodi Pendidikan Kimia di UNY juga mengungkapkan bahwa “Keterampilan yang dilatihkan pada saat mahasiswa praktik micro teaching di laboratorium adalah: (a) membuka dan menutup pelajaran, (b) menyampaikan materi, (c) melaksanakan interaksi pembelajaran, (d) mempergunakan bahasa komunikasi, penampilan, gerak, dan waktu, serta (e) melaksanakan evaluasi belajar”.

Di akhir workshop, Krisna Merdekawari, M.Pd sebagai dosen Pendidikan Kimia sekaligus inisator dari kegiatan ini berharap bahwa semua ilmu yang telah disampaikan oleh kedua pembicara dapat diambil manfaatnya oleh semua. Ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, Prodi Pendidikan Kimia akan membuat laboratorium microteaching yang mempunyai ciri khas kimia. Semoga dapat cepat terealisasi dan dimanfaatkan untuk menunjang proses belajar mengajar di Prodi Pendidikan Kimia.

Materi 1 PEMBELAJARAN MIKRO – Kemenag

Materi 2 LAB MICROTEACHING – asepherry

Materi 3 PENGENALAN DAN STANDAR MICRO TEACHING – asepherry

Materi 4 Rr. Lis Pernama Sari

,

Pengumuman PSB Pendidikan Kimia Gelombang 4

Pengumuman penerimaan calon mahasiswa Pendidikan Kimia FMIPA, UII dapat didownload di link berikut

Pengumuman PSB Gelombang 4

 

PSB_4_20152016_Umum 4_Page_2 PSB_4_20152016_Umum 4_Page_3 PSB_4_20152016_Umum 4_Page_1

Riyanto, Ph.D. Memperoleh Hibah Insentif Ristek 2015

Riyanto ristek

 

Ketua Program Studi Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Islam Indonesia, Riyanto, Ph.D. kembali memperoleh hibah riset. Hibah riset tersebut adalah “Insentif Ristek” dengan judul Proposal Studi Penggunaan Conductive Supporting Materials (CSM) dari Bahan Alami Asli Indonesia untuk Pembuatan Alat Medical Diagnosis Berbasis Biosensor Elektrokimia Generasi Ketiga dan Keempat. Sekali lagi semalat. Semoga dapat bermanfaat untuk Prodi Pendidikan Kimia dan seluruh civitas academia di UII serta masyarakat umum.

,

Irmawati Juara I MTQ Fahmil Qur’an, Mengharumkan Nama Daerah dan Membanggakan Prodi

1

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, FMIPA, UII kembali lagi berunjuk gigi dalam hal prestasi. Kali ini prestasi itu datang dari perlombaan MTQ XI tingkat Kabupaten Nunukan, Kalimantan Tengah 2015. Mahasiswa tersebut adalah Irmawati Firdaus.

Berdasarkan Surat Keputusan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Nunukan Nomor : 10/LPTQ/KAB-NNK/IV/2015 tentang Penetapan Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XI Tingkat Kabupaten Nunukan di Kecamatan Sebatik Timur Tahun 2015 yang dibacakan Sekretrais Umum LPTQ Kabupaten Nunukan Drs.H.Syarifuddin pada malam penutupan Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke–XI tingkat Kabupaten Nunukan tahun 2015 di Desa Bukit Aru Kecamatan Sebatik Timur di arena utama MTQ Madrasah Aliyah YIIPS Sebatik

Dalam Surat Kepeutusan tersebut Menetapkan Kecamatan Nunukan sebagai Juara Umum dengan perolehan nilai 60 MTQ XI Tingkat Kabupaten Nunukan Tahun 2015, kemudian disusul Juara 2 Kecamatan Sebatik dengan nilai 35, Juara 3 Kecamatan Sebatik Timur dengan nilai 37, kemudian disusul juara berikutnya yaitu Kecamatan Sebatik Barat dengan nilai 26, Kecamatan Sebuku dengan nilai 17, Kecamatan Sebatik Utara dengan nilai 12, Kecamatan Sembakung dengan nilai 10, Kecamatan Nunukan Selatan dengan nilai 9, Kecamatan Lumbis dengan nilai 8, Kecamatan Tulin Onsoi dengan nilai 5, Kecamatan Sebatik Tengah dengan nilai 5, Kecamatan Sembakung Atulai dengan nilai 1 dan Kecamatan Seimenggaris berada diurutan 13 dengan nilai 0.

Dengan ditetapkannya Kecamatan Nunukan Sebagai juara umum, maka ini merupakan Juara Umum yang ke 10 yang Kecamatan Nunukan sejak Pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten yang di laksanakan di Kabupaten Nunukan sejak menjadi Daerah Otonomi Baru.

Ketua Prodi Pendidikan Kimia, Riyanto, Ph.D., mengungkapkan rasa syukur karena Irmawati Firdaus, mahasiswa yang tergolong masih baru (angkatan 2014/2015) tersebut telah menorehkan prestasi yang mengharumkan nama daerah membanggakan bagi Prodi Pendidikan Kimia.

Ke depan, Riyanto, Ph.D., berharap bahwa mereka dapat melanjutkan prestasi tersebut, salah satunya dengan memperoleh IPK yang bagus dan mempertahankannya sampai akhir studi nanti. Lebih lanjut, ia juga berharap prestasi tersebut dapat menular kepada mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia yang lain, sehingga menjadikan Prodi Pendidikan Kimia lebih maju dan menghasilkan lulusan yang berkualitas.

,

Dosen Pendidikan Kimia Meraih Hibah Pengajaran dari BPA

Krisna Merdekawati, M.Pd.Dosen Program Studi Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Islam Indonesia kembali menorehkan prestasi. Setelah Ketua Prodi, Riyanto, Ph.D. dikukuhkan sebagai Dewan Pendidikan Sleman, Krisna Merdewati, M.Pd., Dosen Pendidikan Kimia ikut menyusul berprestasi dengan meraih Hibah Pengajaran dari BPA (Badan Pengembangan Akademik).

Krisna Merdewati, M.Pd. mengikuti seleksi proposal hibah pengajaran yang dilaksanakan pada 5-6 Maret 2015 oleh BPA (Badan Pengembangan Akademik) UII. Proses seleksi dilakukan dengan sangat kompetitif, seperti administrasi hingga presentasi subtantif proposal. Akhirnya BPA memilih 19 proposal terbaik yang disetujui untuk didanai. Proposal dari Krisna Merdewati, M.Pd. menjadi salah satu yang terbaik dan layak untuk didanai.

Krisna Merdewati, M.Pd. bersyukur karena telah diberi kesempatan untuk menjalankan program Hibah Pengajaran dari BPA. Ia berharap bahwa dapat menjalankan program dengan baik dan lancar sehingga tujuannya dapat tercapai 100 %.

Sekali lagi, selamat kepada Krisna Merdewati, M.Pd. Semoga dapat menorehkan prestasi lain yang dapat membanggakan Program Studi Pendidikan Kimia, FMIPA, UII.

,

Menjadi Seorang Guru Adalah Salah Satu Pengalaman Terbaik

17Feb2015Guru.138“Jika pengalaman adalah salah satu guru terbaik, maka menjadi seorang guru adalah salah satu pengalaman terbaik.”
Ketika suatu kali ada yang bertanya, “motivasi apa yang bisa menjadi landasan bagi para guru, agar selalu mempunyai semangat untuk mengajar?”

Jawaban dari seseorang yang ditanya, memberikan jawaban berupa pertanyaan kembali, namun yang tidak membutuhkan jawaban.

“Ketika bertahun-tahun lamanya telah berlalu dan ada murid yang selalu ingat, akan apa yang telah gurunya lakukan dan ajarkan untuk kebaikan, lalu motivasi apa lagi yang dibutuhkan oleh seorang guru?”

Dahulu, sebelum banyak turun melakukan audit sistem manajemen ke sekolah, rasanya masih belum menyadari akan besarnya pengorbanan seorang guru. Dahulu, sebelum seringnya berinteraksi dengan para guru saat turun untuk berbagi inspirasi, penghormatan kepada mereka belum banyak diberi.

Guru, tepatlah jika dikatakan kalau dirimu adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Guru sangat jauh berbeda dengan profesi seorang karyawan. Karyawan pulang tanpa membawa banyak tumpukan pekerjaan. Sementara guru, seringkali membawa tanggungan pekerjaan sebagai hasil dari suatu pembelajaran di sekolah.

Seorang guru menjadi orang tua kedua. Perencana kegiatan belajar, seseorang yang dituntut pandai berkomunikasi, berpikir jauh ke depan, mengorganisasi sebuah kelas, ataupun sosok yang bisa mengayomi. Seseorang yang menjadikan segala sesuatu yang menjadi urusan siswanya berjalan dengan lancar. Sosok yang bisa memberi kebahagiaan bagi muridnya, serta menyebarkan kegembiraan dalam proses pembelajaran.

Guru, kerap kali menjadi panutan dalam banyak hal.

Guru kehidupan saya pernah berujar, “maknailah dengan baik, arti dari sebuah kata terima kasih. Apa yang sudah kita terima, kita kasih-kasihkan kembali.”

Seberapa banyak ilmu yang sudah didapatkan, dari para guru formal yang kita temui di sekolah?

Lalu seberapa banyak pula ilmu-ilmu kehidupan yang telah didapatkan? Didapat untuk menambah khasanah kehidupan, saat berinteraksi atau berjumpa dengan seseorang. Jumlah mereka, akan bisa jauh lebih banyak dari yang ditemui di sekolah. Jika Tuhan tidak pernah hitung-hitungan dalam memberikan tambahan pengetahuan pada kita, lalu apa yang sudah kita berikan pada sesama?

Mengapa terkadang, kita begitu menahan untuk hanya berbagi ilmu pada mereka yang membutuhkan uluran tangan. Sedikit berbagi pengalaman untuk mengangkat kecerdasan. Menumbuhkan kebahagiaan dan memunculkan keceriaan pada mereka yang membutuhkan pengetahuan.

Sobat, mari turun tangan untuk turut mengambil peranan. Meneruskan kebaikan yang pernah diajarkan. Berbagi atas apa yang telah kita terima. Selain itu, mari kita gerakkan kegiatan untuk merajut silaturahim pada mereka yang telah berjasa. Impian masa kecil kita telah diuntai dengan sangat baik oleh para guru yang banyak membantu. Mari bersama, kita datangi guru-guru kita yang masih ada. Guru semenjak kita masih duduk di bangku sekolah dasar, hingga guru yang telah banyak berjasa sampai hari ini.

Teriring doa, semoga untuk para guru yang telah tiada, Allah berkenan untuk memberikan tempat terbaik di sisi-Nya.

@AndySukmaLubis

,

Siswa-Siswi dari Jogjakarta Community School (JSC) Belajar Fun Chemistry di Lab. Pendidikan Kimia

Jogja Community SchoolSelasa (10/2/2015), Laboratorium Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Islam Indonesia menerima kunjungan study dari Jogjakarta Community School (JSC).

Jogjakarta Community School (JSC) yang melakukan kunjungan study ini berjumlah 9 orang siswa (3 siswa WNI dan 6 siswa WNA) beserta 2 guru pendamping. Kunjungan study tersebut diterima oleh Kepala Laboratorium Pendidikan Kimia, Bayu Wiyantoko, M. Sc di laboratorium terpadu UII. Kunjungan study tersebut bertujuan untuk melakukan praktikum di laboratorium Pendidikan Kimia. Praktikum tersebut berupa pengenalan metode titrasi asam basa, penimbangan bahan dan material, serta pengenalan alat volumetri.

jcs 2Siswa-siswi dari JCS yang melakukan praktikum terlihat sangat antusias dalam menjalankan praktikum dengan ditemani oleh para asisten praktikum yang menjelaskan cara kerja dari alat dan instrumen yang sedang dipakai.

Salah seorang siswa dari JSC mengungkapkan bahwa, Ia sangat menyukai belajar kimia di laboratorium Pendidikan Kimia, FMIPA Universitas Islam Indonesia. Ia berharap bahwa nantinya ilmu yang telah didapat dari kunjungan studi ini dapat diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. “I am delighted to study fun chemistry here,” tambahnya.