Icip-Icip jadi Santis: Ajak Siswa Minat dengan Kimia

Sabtu (10/6), Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia mengadakan acara “Icip-Icip jadi Saintis” yang merupakan rangkaian perayaan Milad ke-9 Prodi Pendidikan Kimia UII. Acara ini merupakan kegiatan praktikum yang dilaksanakan oleh siswa-siswi SMA/MA/SMK secara langsung di Labroratorium Terpadu UII.

Antusias siswa-siswi untuk mengikuti acara ini sangat tinggi, yaitu tercatat ada 124 siswa-siswi dan 11 guru pendamping. Peserta berasal dari beberapa sekolah di Yogyakarta dan Jawa Tengah, yaitu SMA N 1 Cangkringan, SMA N 1 Mlati, SMA N 2 Ngaglik, SMA N 2 Sleman, SMK Bina Harapan, SMA N 1 Kota Mungkid, SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring Magelang, SMA Taruna Nusantara Magelang, SMA N 1 Muntilan dan SMA N 1 Salaman.

Sementara itu, pembicara kedua, Umi Badingatul Latifah, S.Pd., membahas pembelajaran di sekolah-sekolah di Wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Umi selaku perwakilan dari Alumni Prodi Pendidikan Kimia UII menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan di daerah terpencil serta solusi yang dapat diterapkan untuk memastikan akses pendidikan sains yang merata bagi semua anak, termasuk anak perempuan.

Pelaksanaan IUPAC Global Women Breakfast (GWB) 2025 ini merupakan bagian dari perayaan Hari Perempuan dan Anak Perempuan Internasional dalam Sains. Tahun ini, acara GWB 2025 menghubungkan 449 acara di 78 negara, memperlihatkan komitmen global dalam membangun jaringan aktif guna mengatasi hambatan terhadap kesetaraan gender dalam sains. Selama tujuh tahun terakhir, hampir 2.500 acara GWB telah diselenggarakan di lebih dari 100 negara, menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap isu kesetaraan gender di dunia sains dan pendidikan.

Dengan adanya acara ini, diharapkan semakin banyak pihak yang terinspirasi untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan akademik dan profesional yang lebih inklusif bagi perempuan di bidang sains. Universitas Islam Indonesia terus berkomitmen untuk mendukung inisiatif yang mendorong kesetaraan dan aksesibilitas dalam ilmu pengetahuan dan pendidikan sains.

Pada penghujung kegiatan ini, siswa dan guru diberikan kesempatan untuk mengunjungi Laboratorium Minyak Atsiri untuk melihat proses penyulingan minyak atsiri. Pada sesi ini, mereka bersemangat dan aktif bertanya mengenai proses penyulingan minyak atsiri dan hasil ataupun produk dari minyak atsiri.
(Khasbi Andi Irawan)

© Copyright 2026 - Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA UII