,

Dosen Pendidikan Kimia Meraih Hibah Pengajaran dari BPA

Krisna Merdekawati, M.Pd.Dosen Program Studi Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Islam Indonesia kembali menorehkan prestasi. Setelah Ketua Prodi, Riyanto, Ph.D. dikukuhkan sebagai Dewan Pendidikan Sleman, Krisna Merdewati, M.Pd., Dosen Pendidikan Kimia ikut menyusul berprestasi dengan meraih Hibah Pengajaran dari BPA (Badan Pengembangan Akademik).

Krisna Merdewati, M.Pd. mengikuti seleksi proposal hibah pengajaran yang dilaksanakan pada 5-6 Maret 2015 oleh BPA (Badan Pengembangan Akademik) UII. Proses seleksi dilakukan dengan sangat kompetitif, seperti administrasi hingga presentasi subtantif proposal. Akhirnya BPA memilih 19 proposal terbaik yang disetujui untuk didanai. Proposal dari Krisna Merdewati, M.Pd. menjadi salah satu yang terbaik dan layak untuk didanai.

Krisna Merdewati, M.Pd. bersyukur karena telah diberi kesempatan untuk menjalankan program Hibah Pengajaran dari BPA. Ia berharap bahwa dapat menjalankan program dengan baik dan lancar sehingga tujuannya dapat tercapai 100 %.

Sekali lagi, selamat kepada Krisna Merdewati, M.Pd. Semoga dapat menorehkan prestasi lain yang dapat membanggakan Program Studi Pendidikan Kimia, FMIPA, UII.

Tata Cara Registrasi Calon Mahasiswa Pendidikan Kimia UII

Tahap-tahap yang perlu dilakukan saat melakukan registrasi bagi calon mahasiswa Pendidikan Kimia, FMIPA, UII adalah sebagai berikut:

Registrasi-dan-Verifikasi-Dokumen

 

dan mengisi formulir berikut:

SURAT-PERNYATAAN-KOMITMEN-PSB-Siswa-Berprestasi-Akademik

Pengumuman PSB Pendidikan Kimia Gelombang 3

Daftar Nama Calon Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia yang lolos seleksi PSB (Penelusuran Siswa Berprestasi) Gelombang 3:

PSB_Gelombang 3_Page_01

 

PSB_Gelombang 3_Page_02

 

PSB_Gelombang 3_Page_03

PSB_Gelombang 3_Page_04

 

PSB_Gelombang 3_Page_11

 

 

 

 

 

,

Menjadi Seorang Guru Adalah Salah Satu Pengalaman Terbaik

17Feb2015Guru.138“Jika pengalaman adalah salah satu guru terbaik, maka menjadi seorang guru adalah salah satu pengalaman terbaik.”
Ketika suatu kali ada yang bertanya, “motivasi apa yang bisa menjadi landasan bagi para guru, agar selalu mempunyai semangat untuk mengajar?”

Jawaban dari seseorang yang ditanya, memberikan jawaban berupa pertanyaan kembali, namun yang tidak membutuhkan jawaban.

“Ketika bertahun-tahun lamanya telah berlalu dan ada murid yang selalu ingat, akan apa yang telah gurunya lakukan dan ajarkan untuk kebaikan, lalu motivasi apa lagi yang dibutuhkan oleh seorang guru?”

Dahulu, sebelum banyak turun melakukan audit sistem manajemen ke sekolah, rasanya masih belum menyadari akan besarnya pengorbanan seorang guru. Dahulu, sebelum seringnya berinteraksi dengan para guru saat turun untuk berbagi inspirasi, penghormatan kepada mereka belum banyak diberi.

Guru, tepatlah jika dikatakan kalau dirimu adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Guru sangat jauh berbeda dengan profesi seorang karyawan. Karyawan pulang tanpa membawa banyak tumpukan pekerjaan. Sementara guru, seringkali membawa tanggungan pekerjaan sebagai hasil dari suatu pembelajaran di sekolah.

Seorang guru menjadi orang tua kedua. Perencana kegiatan belajar, seseorang yang dituntut pandai berkomunikasi, berpikir jauh ke depan, mengorganisasi sebuah kelas, ataupun sosok yang bisa mengayomi. Seseorang yang menjadikan segala sesuatu yang menjadi urusan siswanya berjalan dengan lancar. Sosok yang bisa memberi kebahagiaan bagi muridnya, serta menyebarkan kegembiraan dalam proses pembelajaran.

Guru, kerap kali menjadi panutan dalam banyak hal.

Guru kehidupan saya pernah berujar, “maknailah dengan baik, arti dari sebuah kata terima kasih. Apa yang sudah kita terima, kita kasih-kasihkan kembali.”

Seberapa banyak ilmu yang sudah didapatkan, dari para guru formal yang kita temui di sekolah?

Lalu seberapa banyak pula ilmu-ilmu kehidupan yang telah didapatkan? Didapat untuk menambah khasanah kehidupan, saat berinteraksi atau berjumpa dengan seseorang. Jumlah mereka, akan bisa jauh lebih banyak dari yang ditemui di sekolah. Jika Tuhan tidak pernah hitung-hitungan dalam memberikan tambahan pengetahuan pada kita, lalu apa yang sudah kita berikan pada sesama?

Mengapa terkadang, kita begitu menahan untuk hanya berbagi ilmu pada mereka yang membutuhkan uluran tangan. Sedikit berbagi pengalaman untuk mengangkat kecerdasan. Menumbuhkan kebahagiaan dan memunculkan keceriaan pada mereka yang membutuhkan pengetahuan.

Sobat, mari turun tangan untuk turut mengambil peranan. Meneruskan kebaikan yang pernah diajarkan. Berbagi atas apa yang telah kita terima. Selain itu, mari kita gerakkan kegiatan untuk merajut silaturahim pada mereka yang telah berjasa. Impian masa kecil kita telah diuntai dengan sangat baik oleh para guru yang banyak membantu. Mari bersama, kita datangi guru-guru kita yang masih ada. Guru semenjak kita masih duduk di bangku sekolah dasar, hingga guru yang telah banyak berjasa sampai hari ini.

Teriring doa, semoga untuk para guru yang telah tiada, Allah berkenan untuk memberikan tempat terbaik di sisi-Nya.

@AndySukmaLubis

Ketua Prodi Pendidikan Kimia Dikukuhkan Sebagai Dewan Pendidikan Sleman

Riyanto, Ph.D.Sleman (14/3), Ketua Program Studi Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Islam Indonesia telah resmi dikukuhkan dan dilantik menjadi Dewan Pendidikan Kabupaten Sleman, Yogyakarta oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo. Riyanto, Ph,D. akan mengemban amanah sebagai Dewan Pendidikan Sleman dalam periode 2015-2020.

Bupati Sleman, Sri Purnomo menyampaikan bahwa, Dewan pendidikan memiliki peran penting untuk memajukan pendidikan. Karena merekalah yang harus memberi rekomendasi pada Kepala Daerah untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di wilayah setempat.

“Adapun tugas dewan Pendidikan  antara lain menghimpun, menganalisa, dan memberikan rekomendasi kepada Bupati terhadap keluhan, saran, kritik, dan aspirasi masyarakat terhadap pendidikan,” ungkap Sri Purnomo.

Selain itu Dewan Pendidikan berfungsi untuk memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat kabupaten untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan.

Bupati berharap agar dewan dapat segera bekerja. Mengingat jumlah institusi pendidikan di Sleman yang cukup banyak. Menurut Sri mutu lembaga pendidikan wajib ditingkatkan secara terus menerus. Karena peserta didik mendapatkan pengalaman belajar formal terbanyak selama di sekolah.

Sri menambahkan bahwa peningkatan kualitas ini harus dimulai dari perbaikan SDM pengajar. Dimana guru adalah ujung tombaknya. “Oleh sebab itu, profesi guru harus dihargai dan dikembangkan sebagai profesi yang berkualitas dan bermartabat,” tutur Sri.

Profesi guru mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting. Visi pendidikan yang harus dicapai oleh guru adalah menciptakan generasi penerus yang cerdas, komprehensif, dan kompetitif.

Dewan pendidikan harus peka untuk menampung aspirasi masyarakat, guru, dan siswa. Agar masukan yang diberikan pada Bupati bisa tepat sasaran dan efisien.

Adapun anggota Dewan Pendidikan, yaitu  Avin Fadilla Helmi (ketua HIMPSI DIY), Ahmad Burhani (anggota PGRI Sleman), Purwanto (Dosen UGM), Nursya’bani Purnama (Dosen UII), Suyono (PD Muhammadiyah Sleman), Didik Rinan Sumekto (Dosen Universitas Widya Darma Klaten), Buchori (Ketua PD Muhammadiyah Sleman), Riyanto (Dosen UII), Sudiyo (ketua PGRI Sleman), Bagus Sukendra (PD Muhammadiyah Sleman), dan Nurjamil Dimyati (Ketua PC. NU Sleman).

Pengukuhan tersebut dihadiri pula oleh Sekda Sleman Sunartono, Asekda bidang Pembangunan Suyamsih, Wakil DPRD Sleman, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Arif Haryono.

,

Siswa-Siswi dari Jogjakarta Community School (JSC) Belajar Fun Chemistry di Lab. Pendidikan Kimia

Jogja Community SchoolSelasa (10/2/2015), Laboratorium Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Islam Indonesia menerima kunjungan study dari Jogjakarta Community School (JSC).

Jogjakarta Community School (JSC) yang melakukan kunjungan study ini berjumlah 9 orang siswa (3 siswa WNI dan 6 siswa WNA) beserta 2 guru pendamping. Kunjungan study tersebut diterima oleh Kepala Laboratorium Pendidikan Kimia, Bayu Wiyantoko, M. Sc di laboratorium terpadu UII. Kunjungan study tersebut bertujuan untuk melakukan praktikum di laboratorium Pendidikan Kimia. Praktikum tersebut berupa pengenalan metode titrasi asam basa, penimbangan bahan dan material, serta pengenalan alat volumetri.

jcs 2Siswa-siswi dari JCS yang melakukan praktikum terlihat sangat antusias dalam menjalankan praktikum dengan ditemani oleh para asisten praktikum yang menjelaskan cara kerja dari alat dan instrumen yang sedang dipakai.

Salah seorang siswa dari JSC mengungkapkan bahwa, Ia sangat menyukai belajar kimia di laboratorium Pendidikan Kimia, FMIPA Universitas Islam Indonesia. Ia berharap bahwa nantinya ilmu yang telah didapat dari kunjungan studi ini dapat diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. “I am delighted to study fun chemistry here,” tambahnya.