Halo bestie! Masih bingung memilih jurusan kuliah?
Yupz, tentu saja karena memilih jurusan itu susah-susah gampang. Memilih jurusan kuliah perlu dipikirkan matang-matang jika kamu gak mau salah jurusan.
Kemendikbud merilis berdasarkan dari data Indonesia Career Center Network (ICCN) tahun 2017 menyebutkan lebih dari 71,7% orang bekerja tidak linier dengan pendidikannya dan lebih dari 87% pelajar dan mahasiswa tidak sesuai dengan minatnya ketika mengambil jurusan di sekolah maupun perkuliahan.
Fenomena salah jurusan ini mengakibatkan mahasiswa merasa putus asa dan berdampak pada studinya. Dan tentunya… lama lulusnya bestie!
Kamu gak mau hal itu terjadi pada dirimu kan bestie? So, let’s check it out this information agar kamu tidak termasuk dalam 87% mahasiswa tersebut.
1. Ikut-ikutan
Nah, ini penyakit yang sering terjangkit bagi para pencari jurusan kuliah. Kebanyakan mahasiswa memilih jurusan karena hanya ikut-ikutan. Entah itu ikut trend, ikut pacar atau hanya ikut teman. Padahal setiap orang memiliki bakat dan minat masing-masing yang tidak bisa dipaksakan.
Kamu perlu mengetahui your true interest and talent dengan meminta bantuan guru BK di sekolah atau menggunakan Aplikasi “Aku Pintar” yang bisa kamu unduh melalui ponsel pintarmu itu bestie.
Jadi berhenti mengikuti teman atau pacar kamu dalam menentukan your upcoming dreams yaa!
2. Kurang riset
Kamu gak bakalan tahu tentang jurusan yang kamu ambil jika kamu gak mengenalnya terlebih dahulu gengs. Setelah mengetahui bakat dan minatmu, segeralah mencari informasi terkait jurusan yang akan kamu ambil nantinya. Eksplorasi jurusan tersebut sedalam-dalamnya bestie. Tunjukkan kekuatan kepo-mu disini. Kamu bisa mulai mencari contoh pekerjaan yang relate dengan jurusan yang kamu ambil, universitas mana yang mempunyai jurusan tersebut, akreditasi kampus, lokasi universitas, biaya perkuliahan sampai dengan list matakuliah yang ditawarkan. Hal itu akan membantumu untuk menemukan passion yang sesuai dengan dirimu.
Mulailah stalking-in impianmu daripada stalking-in doimu!
3. Tekanan dari orang sekitar
Pernahkah gak si ketika kita memutuskan mengambil jurusan A, kemudian ada yang nyinyir dengan alasan “kok ambil jurusan itu sih, kan sudah gak nge-trend? Mending ambil jurusan B aja lebih bonafide”
Ini ni… say BIG NO!! terhadap yang kayak gini gengs
Kamu tidak boleh terpengaruh dengan kalimat toxic seperti ini. Sepanjang kamu sudah tahu passion, bakat dan minatmu sendiri, fokus dan pertahankan tujuanmu itu bestie!
4. Over-estimated dan under-estimated
Beberapa dari mahasiswa merasa dirinya memiliki kemampuan lebih (overestimated) untuk masuk di jurusan-jurusan yang memiliki passing grade tinggi tanpa melihat their true ability. Banyak juga yang malah underestimated terhadap dirinya sendiri, memandang jurusannya terlalu tinggi untuk diraih.
Untuk menghindari self-doubt, kamu perlu melakukan refleksi terkait kemampuan yang kamu miliki dengan bantuan konselor pendidikan, guru wali kelas, guru BK atau bahkan kedua orang tuamu. Pastikan kamu memiliki cukup banyak waktu untuk mempersiapkan pertempuranmu dengan spending much time to study hard atau mengikuti bimbingan belajar. Don’t be a deadliner, okay?
5. Tidak membuat opsi cadangan
Anggapan “realita tidak sesuai angan” perlu kamu pikirkan untuk memilih jurusan impianmu.
Kamu perlu mempersiapkan mentalmu jika impianmu belum bisa tercapai. Jangan sampai kamu merasa depresi sampai akhirnya nanti membawa kamu kepada hal-hal yang tidak diinginkan. Persiapkan second optional jika kamu belum bisa meraih impianmu. Kamu bisa mengambil opsi “gap year” atau memilih jurusan yang relative “sama” dengan jurusan yang kamu inginkan. Pastikan jurusan kuliah kedua ini juga sudah kamu research dengan baik ya gengs! Mau gap year atau second optional jurusan perlu kamu pertimbangkan baik buruknya.
Yuk bestie, rapatkan barisan luaskan cakrawala untuk menembus impian kita. Semangat meraih mimpi!! (Beta Wulan Febriana)
Sumber :
https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/02/aplikasi-aku-pintar-untuk-telusuri-minat-dan-bakat-siswa