Pelatihan dan Sertifikasi Bidang Laboratorium Kimia Periode April, Juli, Agustus dan Oktober 2020

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Bidang Laboratorium Kimia untuk Periode  April, Juli, Agustus dan Oktober 2020.

Pelatihan dan Sertifikasi Bidang Laboratorium Kimia Periode Februari 2020

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Bidang Laboratorium Kimia Periode Februari 2020 untuk periode Februari 2020.

 

Workshop Minyak Atsiri Periode Februari 2020

Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan Workshop Minyak Atsiri untuk periode Februari 2020.

,

Panduan Lomba Microteaching Guru/Mahasiswa dan LKTI Tahun 2019

Berikut ini Panduan Lomba Microteaching Mahasiswa Pendidikan Kimia, Microteaching Guru Kimia, dan Lomba Karya Tulis Ilmiah SMA/SMK/MA Chemistry Education Fair 5.0 Prodi Pendidikan Kimia Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia.

Untuk mendownload silahkan klik link dibawah ini:
Panduan Lomba 2019

,

Panduan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) SMA/MA/SMK Tahun 2018

Berikut ini Panduan Lomba Karya Tulis Ilmiah Tahun 2018 Chemistry Education Fair 4.0 Prodi Pendidikan Kimia Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia.

Untuk mendownload silahkan klik link dibawah ini:
Panduan Penulisan LKTI – Chemistry Education Fair 4.0 Tahun 2018

,

Panduan Lomba & Penilaian Lomba Microteaching Guru dan Mahasiswa Tahun 2018

Berikut ini Panduan Lomba & Penilaian Lomba Microteaching Guru Kimia dan Mahasiswa Pendidikan Kimia Se-Indonesia Tahun 2018 Chemistry Education Fair 4.0 Prodi Pendidikan Kimia Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia.

Untuk mendownload silahkan klik link dibawah ini:
Panduan Lomba dan Penilaian Microteaching Guru dan Mahasiswa – Chemistry Education Fair 4.0 Tahun 2018

Outbound Seru Bersama Mahasiswa Baru: Ajang Keakraban dan Kekompakan

Tiga bulan sudah mahasiswa baru mengikuti proses perkuliahan di kampus. Tentu masih dalam proses awal bagi mereka untuk beradaptasi dengan suasana kampus. Bahkan dengan teman sekelas pus mereka belum akrab satu dengan yang lain, sehingga perlu diadakan kegiatan untuk mengakrabkan mereka. Diadakanlah outbound sebagai salah satu cara untuk menjaga keakraban dan kekompakan mereka, karena mereka adalah sebuah keluarga.

Outbound dilaksanakan di Outbound Center Banyu Sumilir pada Selasa, 25 Desember 2017. Tempat outbound yang dekat dengan kampus menjadi opsi pilihan yang tepat. Outbound dibuka langsung oleh Ketua Program Studi Pendidikan Kimia, Prof. Riyanto, Ph.D., beliau menyampaikan bahwa outbound ini adalah media untuk saling mengakrabkan teman seangkatan dan untuk pengembangan diri secara personal serta interpersonal. “selain itu juga melatih team building, team work, leadhersip, dan kreativitas” imbuh beliau. Materi outbound yang diberikan bertujuan untuk melatih kekompakan tim, logika, kepemimpinan, dan fun games yang seru. Outboound di pimpin langsung oleh intruktur yang berpengalaman.

Antusias mahasiswa dalam mengikuti outbound ini sangat baik sekali. Selain sebagai ajang untuk mengakrabkan satu dengan yang lain, outbound ini sebagai sarana juga untuk refreshing sebelum mengahdapi Ujian Akhir Semester (UAS) awal tahun baru nanti. “alhamdulillah dengan outbound ini, saya jadi lebih mengenal dengan teman sekelas”, ujar salah satu mahasiswa. Efek dari outbound ini bisa dirasakan langsung oleh masing-masing mahasiswa.

Penutupan kegiatan outbound ini dilakukan dengan serah terima dari instruktur outbound kepada Ketua Program Studi. Setelah outbound selesai dilanjutkan dengan ramah tamah keluarga besar Program Studi Pendidikan Kimia. Acara ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia. Tujuannya adalah mengakrabkan seluruh mahasiswa lintas angkatan. Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama seluruh anggota keluarga besar Program Studi Pendidikan Kimia.

Adakan Pelatihan Adobe Flash CS 6 agar Calon Guru “melek” Teknologi Pembelajaran

Perkembangan teknologi saat ini berkembang sangat pesat. Hal ini berdampak pada penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di dalam kelas. Guru dituntut untuk bisa menguasi teknologi pembelajaran sehingga bisa menjadi salah satu alternatif media pembelajaran di kelas. Hal ini lah yang menjadi latar belakang diadakannya Pelatihan Adobe Flash CS 6 bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia UII. Pelatihan ini diadakan di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia pada Sabtu, 23 Desember 2017.
adobeflash_3
Pemateri pelatihan tersebut adalah Hilarius Wira Widya Iswara, S.Pd., merupakan profesionalis yang menekuni Adobe Flash CS 6. Beliau telah banyak menghasilkan karya berupa media pembelajaran berbasis teknologi, sistem informasi manajemen, multimedia interaktif, dan permainan online lainnya. Dalam kesempatan kali ini beliau memberikan materi tentang Adobe Flash CS 6. Dimulai dari pengenalan dasar sampai praktik langsung dalam arahan beliau langsung.

Antusias peserta sangat baik, hal ini terlihat dari jumlah peserta yang hadir. Selain itu, interaksi antara peserta dan pemateri yang berlangsung sangat menarik. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan peserta bisa langsung membuat media pembelajarannya sendiri-sendiri. “setelah dari pelatihan ini mahasiswa bisa belajar sendiri”, kata pendiri Start Up Wongselo.com.
adobeflash_2
Acara penutupan ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri dan foto bersama dengan peserta pelatihan. Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Muhaimin, M.Sc, dosen Matakuliah Aplikasi Komputer untuk Kimia. “acara pelatihan ini perlu dilaksanakan secara rutin”, ujar Muhaimin. Untuk membekali keterampilan para calon guru, maka minggu depan akan dilaksanakan pelatihan pembuatan media pembelajaran dengan Adobe Premiere 2017.

Pendidikan Kimia UII adakan Workshop PKM guna menghadap PIMNAS

Pekan ilmiah mahasiswa nasional (PIMNAS) merupakan ajang bergengsi tingkat nasional bagi mahasiswa perguruna tinggi baik negeri maupun swasta. Program ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Tinggi (DIKTI) dalam satu tahun sekali yang dikemas dalam Program Kreatifitas Mahasiswa atau dikenal dengan sebutan PKM. Adapun macam-macam kegiatan PKM yang dapat diikuti oleh mahasiswa ada beberapa bidang diantaranya PKM-P (PKM-Penelitian), PKM-K (PKM-Kewirausahaan), PKM-Kc (PKM-Karsa Cipta), PKM-MM (PKM-Pengabdian Masyarakat), PKM-T (PKM-Teknologi), PKM-GT (PKM-Gagasan Tertulis) dan PKM-AI (PKM-Artikel Ilmiah). Kegiatan PIMNAS ini sangat membantu mahasiswa dalam pengembangan akademik yang bersifat ilmiah.

Untuk membekali mahasiswa dalam mengikuti PIMNAS tersebut Prodi Pendidikan Kimia FMIPA UI mengadakan kegiatan yang bertajuk workshop penulisan proposal PKM. Dalam workshop tersebut para peserta tidak hanya diajarkan cara penulisan proposal akan tetapi dibahas tentang tips dan trik dalam menghadapi PIMNAS tersebut. Workshop PKM tersebut menghadirkan Beni Suranto, ST., M.SoftEng dari Direktorat Kemahasiswaan UII dan Hafidha Fatma Sari, mahasiswa UMY Jurusan Keperawatan.

Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB diawali dengan kata sambutan oleh Ketua HMPK, Ahmad Nuril Faruqi yang berpesan kepada seluruh peserta workshop untuk selalu aktif dalam kegiatan akademik atau kegiatan pendukung lainya. “PKM merupakan kegiatan yang dapat menjadikan mahasiswa menjadi lebih kreatif dan inovatif serta PKM merupakan sarana mahasiswa dalam meraih prestasi ditingkat nasional” ungkap Faruqi.

Kegiatan workshop ini terbagi dalam dua sesi, sesi pertama diisi oleh Beni Suranto, ST., M.SoftEng dengan materi tentang penjelasan PKM lima bidang, beberapa prestasi yang diraih oleh mahasiswa UII dan insentif yang diberikan bagi mahasiswa mengikuti PKM. Pada sesi kedua diisi oleh Hafidha Fatma Sari yang merupakan salah satu mahasiswa UMY jurusan keperawatan yang pernah mendapatkan medali pada ajang di PIMNAS (Pekan Ilmiah Nasional) ke 28 di Kendari. Dalam sesi kedua ini hafidha menjelaskan tentang tips dan trik dalam mengadapi PIMNAS. “Setidaknya ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh mahasiswa guna menghadapi PIMNAS diantaranya manajemen waktu, kerjasama tim, ikuti peraturan, konsultasi pembimbing, latihan, menerima kritik dan saran, jaga kesehatan, dan berdoa”, ungkap Hafida.

Setelah kegiatan workshop ini mahasiswa mengumpulkan naskah PKM yang telah dibuat dan kemudian dinilai untuk menentukan juara Proposal PKM. Juara dari Proposal PKM ditentukan berdasarkan pemeringkatan, untuk peringkat pertama, kedua dan ketiga berhak mendapatkan apresiasi dari Prodi Pendidikan Kimia UII berupa uang pembinaan. Naskah yang sudah dikumpulkan kemudian akan dikoreksi dan diperbaiki serta nantinya pada saat pembukaan pengunggahan PKM oleh DIKTI mahasiswa siap untuk mengunggahnya. Harapannya setelah mengikuti workshop ini, para peserta akan lebih giat dalam mengikuti kegatan-kegiatan ilmiah selain seperti PIMNAS. (Mhn)

,

Workshop Akhlak Profetik dalam Pembelajaran Kimia

Workshop Akhlak Profetik dalam Pembelajaran Kimia

Secara jelas, tujuan Universitas Islam Indonesia (UII) sebagaimana tercantum dalam Statuta UII adalah (a) membentuk cendekiawan muslim dan pemimpin bangsa yang berkualitas, bermanfaat bagi masyarakat, menguasai ilmu keislaman dan mampu menerapkan nilai-nilai Islami serta berdaya saing tinggi; dan (b) mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, sastra, dan seni yang berjiwa Islam; (c) turut serta membangun masyarakat dan negara Republik Indonesia yang adil dan makmur serta mendapat ridla Allah SWT; dan (d) mendalami, mengembangkan, dan menyebarluaskan pemahaman ajaran agama Islam untuk dipahami, dihayati, dan diamalkan oleh warga Universitas dan masyarakat.

Salah satu substansi tujuan tersebut adalah adanya integrasi antara Islam ke dalam semua proses pendidikan di UII.

Prodi Pendidikan Kimia Universitas Islam Indonesia pada Selasa (10/05) telah menyelenggarakan workshop penulisan buku yang bertemakan “Akhlak Profetik dalam Pembelajaran Kimia”. Workshop tersebut diikuti oleh seluruh dosen Pendidikan Kimia UII dengan narasumber dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Imelda Fajriati, M.Si.

Beliau mengemukakan bahwa akhlak profetik merupakan perilaku dan sifat nabi yang mempunyai ciri sebagai manusia yang tidak hanya ideal secara spiritual-individual, tetapi juga menjadi pelopor perubahan, membimbing masyarakat ke arah perbaikan dan melakukan perjuangan tanpa henti melawan penindasan. Para nabi tidak hanya mengajarkan dzikir dan do’a tetapi mereka juga datang dengan suatu ideologi pembebasan.

Pendekatan Akhlak Profetik Menjadi Penting dalam Pendidikan hal ini dikarenakan pendidikan akhlak merupakan jiwa dalam pendidikan Islam. Pencapaian akhlak sempurna (Akhlaqul Karimah) adalah tujuan pendidikan yang sebenarnya untuk melahirkan generasi penerus yang memiliki akhlaqul karimah. Dengan model pendekatan ini diharapkan seseorang dapat menjadi pribadi yang bersih, disiplin, jujur, bertanggung jawab, cerdas, kreatif, peduli, suka menolong, rendah hati.

 

Setelah dilaksanakn workshop ini, Prodi Pendidikan Kimia UII akan membuat suatu buku yang menggambarkan integrasi Islam dalam pembelajaran kimia. Harapannya dengan penyusunan buku tersebut bisa menjadi bahan ajar untuk mahasiswa pendidikan kimia dan referensi untuk guru kimia.

Program pembuatan buku yang menintegrasikan dan mengkoneksikan antara pembelajaran kimia dengan akhlaq profetik didanai oleh Badan Pengembangan akademik (BPA) UII dalam program Hibah Buku Islam dalam Disiplin Ilmu. (Muhaimin)