,

Kuliah Tamu Pembinaan Karir Mahasiswa “Jangan Takut Menatap Masa Depan”

Rabu (19/4/2016) Prodi Pendidikan Kimia FMIPA UII telah menyelenggarakan “Kuliah Tamu Pembinaan Karir Mahasiswa” dengan tema “Jangan Takut Menatap Masa Depan”. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa memperoleh tambahan wawasan dan keterampilan yang dapat membantunya sukses dalam meraih masa depan. Pembicara yang hadir dalam kegiatan ini adalah Agus Kamaludin, M.Pd.Si. (Penulis Buku dan Dosen Prodi Pendidikan Kimia UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) dan Joko Susilo, S.Pd. (Guru Kimia di Jogja International School).

Kuliah Tamu 1

Sebagi pembicara pertama, Agus Kamaludin, M.Pd.Si. memaparkan tentang memaksimalkan potensi dan bakat yang diberikan Allah SWT kepada kita. Karena banyak potensi yang bisa dikembangkan namun belum bisa dimaksimalkan. Salah satu caranya dengan mempelajari dan menekuni keterampilan-keterampilan yang menjanjikan secara materi agar bisa menjadi bekal di masa depan. Dalam hal ini beliau berbagi cerita tentang lika-liku menjadi seorang penulis. Beliau mengungkapkan bahwa menjadi seorang penulis adalah profesi yang menjanjikan saat ini. Hal ini karena hasil royalti dari penulisan buku bisa terus mengalir tanpa harus bekerja. Di sela-sela presentasinya beliau menyampaikan tentang cara menulis buku dan mengirimkan naskah ke penerbit buku. Di akhir pemaparannya beliau menyampaiakan beberapa buku yang sudah terbit di salah satu penerbit terbesar di Yogyakarta.

Joko Susilo, S.Pd. sebagai pembicara yang kedua menyampaikan tentang kompetensi yang harus dimiliki dalam menghadapi tantangan global saat ini. Beliau yang merupakan guru kimia di Jogja International School menjelaskan bagiamana menjadi guru yang bisa menginspirasi dan menghebatkan peserta didiknya. Ada dua hal yang harus dimiliki, yaitu menguasai kemampuan bahasa asing (terutama Bahasa Inggris) dan meningkatkan kemampuan penguasaan materi.

Kuliah Tamu

Setelah kedua pembicara memberikan materi presentasi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta kuliah tamu sangat antusias dan terjadi diskusi yang menarik. Kemudian acara ditutup dengan penyerahan cinderamata oleh Kaprodi Pendidikan Kimia, Riyanto, Ph.D. Beliau menyampaikan bahwa “masa depan adalah milik mereka yang menyiapkan hari ini”. “dan masa depanmu tergantung pada impianmu sendiri”, imbuhnya.

,

Pendidikan Kimia UII adakan Praktikum Kimia untuk MAN Pakem Yogyakarta

Dalam rangka meningkatkan kerja sama antar lembaga, Prodi Pendidikan Kimia UII menyelenggarakan praktikum kimia dasar yang diperuntukkan bagi siswa/siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pakem di Laboratorium Pendidikan Kimia FMIPA UII Yogyakarta. Pelaksanaan praktikum ini diselenggarakan pada hari Sabtu 20 Februari 2016 dengan topik Titrasi dan Reaksi asam-basa dengan jumlah peserta 38 siswa dari kelas IPA 1 dan IPA 2.

Jpeg

Praktikum MAN Pakem

Materi praktikum kimia ini terdiri dari tiga judul percobaan yaitu identifikasi asam basa, titrasi asam basa dan netralisasi air limbah yang bersifat asam. Pada percobaan pertama yaitu identifikasi asam-basa, para siswa diajarkan tentang caranya mengetahui sifat suatu larutan. Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini relatif sederhana dan mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Dalam percobaan ini, para siswa menentukan sifat asam dan basa pada sampel dengan menggunakan kertas lakmus dan indikator universal digunakan untuk menentukan pH sampel tersebut.

Kemudian pada percobaan kedua, titrasi asam basa, para siswa diajarkan tentang cara menentukan konsentrasi dari sampel yang belum diketahui konsentrasinya. Selain memberi pengetahuan tentang bagaimana cara menentukan konsentrasi suatu larutan, pada percobaan ini juga bertujuan melatih para siswa untuk dapat menggunakan alat titrasi.

Pada percobaan ketiga yaitu netralisasi air limbah yang bertujuan agar para siswa dapat menerapkan prinsip netralisasi air limbah dan siswa dapat juga menentukan pH air limbah yang sedang dinetralisasi. Percobaan ini bersifat aplikatif, di mana para siswa diberikan pengetahuan tentang penerapan ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari baik pada skala kecil maupun industri.

Para siswa/siswi sangat senang dan antusias dalam mengikuti kegiatan praktikum ini, karena mereka dapat memahami dengan jelas sesuai apa yang sudah diterangkan di kelas oleh guru mereka. Salah seorang siswa yang bernama Siti Aisyah mengatakan,“kami menjadi sangat senang dan bersemangat dalam mempelajari kimia, dan ternyata kimia itu ilmu yang menarik, tidak hanya dapat dipelajari di kelas saja, akan tetapi dapat juga dipelajari di laboratorium”,

Dalam kegiatan praktikum ini para siswa/siswi juga didampingi oleh guru kelas dan juga koordinator Laboratorium MAN Pakem, Ibu Budi Hastuti. Kemudian rangkaian kegiatan praktikum tersebut ditutup dengan makan siang bersama.

,

Pendidikan Kimia miliki LBB UNISIA

Setiap perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang harus dijalankan oleh perguruan tinggi tersebut. Universitas Islam Indonesia (UII) adalah salah satu perguran tinggi swasta yang memiliki tanggung jawab untuk mengabdikan diri terhadap masyarakat. Catur Dharma merupakan wujud dari tanggung jawab UII yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian pada masyarakat, dan dakwah. Prodi Pendidikan Kimia UII mewujudkan program pengabdian kepada masyarakat dalam wujud pendirian Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) yang bernama UNISIA yang merupakan singkatan dari Universitas Islam Indonesia. LBB ini diharapkan dapat mewadahi para siswa yang ingin belajar atau memperdalam materi yang diajarkan di sekolah. Di samping itu, para siswa yang akan menghadapi ujian akhir sekolah seperti Ujian Nasional (UN) ataupun Ujian Akhir Sekolah (UAS) dapat mendaftarkan diri pada LBB UNISIA milik Prodi Pendidikan Kimia UII ini.

LBB UNISIA ini diresmikan pada tanggal 26 Januari 2016 yang bertempat di Fakultas MIPA UII. Tenaga pengajarnya hampir limapuluh persen adalah dosen Pendidikan Kimia yang bergelar master dan sisanya adalah mahasiswa. Walapun masih baru didirikan, LBB ini cukup menarik perhatian dari kalangan masyarakat, setidaknya sudah ada kurang lebih seratus siswa dari berbagai sekolah yang ada di Yogyakarta yang telah mendaftarkan diri sebagai peserta bimbingan belajar. Kebanyakan pesertanya berada di bangku kelas XII yang akan menghadapi Ujian Nasional. LBB UNSIA ini bertujuan mewujudkan siswa yang berprestasi yang dapat meraih nilai ujian nasional sebaik mungkin.

“Harapannya LBB UNISIA ini dapat memfasilitasi para siswa baik yang akan menghadapi ujian nasional (UN) ataupun hanya ingin belajar memperdalam materi pelajaran di sekolah saja” ungkap Kaprodi Pendidikan Kimia Riyanto, Ph.D. di sela-sela acara pembukaan lembaga bimbingan tersebut.

Program bimbingan belajar ini dimulai pada hari Sabtu (30/1) dengan acara try out, di mana para siswa sebelum mengikuti bimbingan belajar diharuskan untuk mengikutinya guna mengetahui kemampuan para siswa dalam mengerjakan soal-soal kimia. Di samping try out, nantinya di pertengahan dan di akhir proses pelaksanaan bimbingan belajar, para siswa juga akan mendapatkan try out lagi guna mengetahu progres kemampuan siswa dalam hal menjawab soal-soal yang diujikan.

,

Kuliah Tamu bagi Mahasiswa Baru T.A. 2015

Akademik

Puji Syukur Alhamdulillah kegiatan kuliah tamu yang dilaksanakan oleh prodi pendidikan kimia FMIPA UII secara garis besar berjalan dengan lancar dan sukses.
Harapannya, dengan diadakannya kegiatan ini mahasiswa dapat mempunyai gambaran tentang masa depan yang akan dicapai ketika mereka sudah lulus menjadi sarjana. Sehingga, dengan pengetahuan yang diperoleh dari kuliah tamu ini, mahasiswa menjadi lebih giat dan rajin dalam menjalani perkuliahan serta tidak bimbang, akan bekerja di mana mereka ketika sudah menjadi seorang sarjana, dan bebas menentukan apakah akan menjadi guru kimia yang profesionanl ataupun menjadi seorang yang bekerja di perusahaan.

Sebagai pembicara pertama, yudha puspito mengatakan bahwa, agar lulusan pendidikan kimia dapat bersaing di dunia industri maka harus membekali diri dengan beberapa keahlian, di antaranya tentang keahlian penggunaan instrumen kimia seperti UV-Vis, GC, dan HPLC. Sedangkan pembicara kedua, Faizal Akhmad Adi Masbukhin, menjelaskan bahwa Lulusan Pendidikan Kimia dipersiapkan agar dapat menjadi agen penyebar informasi keilmuan kimia dan pendidikan karena telah mendapat pembekalan yang cukup selama masa kuliah. Lulusan sangat berpeluang untuk menjadi tenaga pendidik baik guru atau dosen di berbagai instansi, menjadi peneliti, menempuh studi lanjut pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan peran-peran lain di masyarakat.

Setelah kedua pembicara memberikan materi presentasi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta kuliah tamu sangat antusias dan banyak yang bertanya kepada kedua pembicara tersebut. Kemudian acara ditutup dengan pembagian doorprize, foto dan makan siang bersama.

,

Studi Banding ke UPI Bandung

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu Prodi Pendidikan Kimia FMIPA UII, maka Prodi Pendidikan FMIPA UII melaksanakan studi banding ke Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI Bandung. Dipilihnya ke Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI Bandung karena dinilai mempunyai pengelolaan Prodi Pendidikan Kimia yang baik dan mempunyai SDM yang berkualitas, hal ini terbukti dengan diraihnya akreditasi A sejak tahun 1998 serta menjadi jurusan yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menyelenggarakan program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

upi2

Studi Banding ke UPI diikuti oleh enam dosen Prodi Pendidikan Kimia, yaitu Riyanto, Ph.D., Muhaimin, M.Sc., Krisna Merdekawati, M.Pd., Lina Fauzi’ah, M.Sc., Artina Diniaty, M.Pd., dan Widinda Normalia Arlianti, M.Pd. Setibanya di UPI Bandung langsung disambut dengan ramah oleh Ketua Departemen Pendidikan Kimia UPI Bandung, Dr. Ahmad Mudzakir, M.Si.; Sekretaris Departemen, Dr. Nahadi, M.Pd., M.Si.; Ketua Program Studi Pendidikan Kimia FPMIPA UPI Bandung, Dr. Sjaeful Anwar; dan Prof. Dr. Anna Permanasari, M.Si. Kegiatan inti studi banding pun diawali dengan pemaparan tentang Departemen Pendidikan Kimia FPMIPA UPI oleh Ketua Departemen Pendidikan Kimia UPI Bandung, Dr. Ahmad Mudzakir, M.Si.

Beliau menyampaikan bahwa Departemen Pendidikan Kimia membawahi dua prodi yaitu Prodi Pendidikan Kimia dan Prodi Kimia dengan staf pengajar/dosen sebanyak 48 orang. Departemen Pendidikan Kimia FPMIPA UPI mempunyai tiga kebijakan utama, yaitu: menghasilkan lulusan yang profesional dan berdaya saing global serta berakhlak mulia, melakukan perbaikan terus menerus terhadap proses, layanan, dan efektivitas penerapan Sistem Manajemen Mutu, dan menerapkan Sistem Manajemen ISO 9001:2008 Certificate Number: 48265/A/0001/UK/En.

Beliau menambahkan bahwa lulusan program studi pendidikan kimia berhak menyandang gelar S.Pd. dan mereka memiliki kualifikasi untuk menjadi tenaga pendidik (guru) kimia di SMA atau sekolah kejuruan yang memiliki mata pelajaran kimia. Lulusan program studi kimia lebih ditujukan untuk menjadi guru kimia. Mereka memiliki peluang besar untuk menjadi guru kimia di SMA, MAN, SMK Kimia, dan Sekolah Farmasi, atau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Selain itu, lulusan program pendidikan kimia juga berpeluang untuk menjadi tenaga guru kimia pada lembaga bimbingan belajar, atau membuka lapangan pekerjaan sendiri. Pada kenyataannya, mereka tersebar di berbagai sektor, baik sektor pendidikan formal dan non formal, maupun sektor lain seperti lembaga kependidikan, pusat-pusat pengembangan, ekonomi, bisnis, industri, bahkan politik.

Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI Bandung sudah menyelenggarakan Pendidikan Profeis Guru (PPG). Landasan PPG merujuk pada pasal 1 ayat 2 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 8 Tahun 2009 tentang Pendidikan Profesi Guru disebutkan bahwa program pendidikan profesi guru prajabatan yang selanjutnya disebut program Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S1 kependidikan dan S1/D IV nonkependidikan yang memiliki bakat dan minat menjadi guru agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan sehingga dapat memperoleh sertifikat pendidik profesional pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

studi banding ke UPI

Sebelum mengikuti program PPG, calon peserta yang lolos seleksi harus sudah memiliki ijazah pendidikan akademik yang relevan, dalam hal ini calon peserta sudah menamatkan sarjana pendidikan kimia. Bagi peserta yang belum memilikinya, diwajibkan untuk mengikuti program matrikulasi. Matrikulasi diberlakukan hanya untuk program PPG prajabatan. Matrikulasi adalah sejumlah matakuliah yang wajib diikuti oleh peserta program PPG yang sudah dinyatakan lulus seleksi untuk memenuhi kompetensi akademik bidang studi dan/atau kompetensi akademik kependidikan sebelum mengikuti program PPG. Hal inilah yang menjadi harapan ke depan bahwa Prodi Pendidikan Kimia UII akan membuka program PPG ini sehingga lulusan Prodi Pendidikan Kimia UII akan menjadi pendidik yang profesional dan dibuktikan dengan sertifikat pendidik profesional.

Dipenghujung acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan/plakat yang diserahkan oleh Kaprodi Pendidikan Kimia FMIPA UII, Riyanto, Ph.D. dan diterima oleh Ketua Departemen Pendidikan Kimia UPI Bandung, Dr. Ahmad Mudzakir, M.Si..

,

Irmawati Juara 3 Fahmil Qur’an Provinsi Kalimantan Timur

1

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, FMIPA, UII kembali lagi berunjuk gigi dalam hal prestasi. Kali ini prestasi itu datang dari perlombaan MTQ XI tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2015. Mahasiswa tersebut adalah Irmawati Firdaus.

Mengutip dari http://kaltim.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=260354 bahwa telah berakhir pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke- XXXVII tahun 2015 tingkat Propinsi Kalimantan Timur/Kalimantan Utara yang diselenggarakan mulai tanggal 9-18 Mei di Sendawar Kabupaten Kutai Barat. Dalam keikutertaannya, Kabupaten Nunukan mengirimkan 28 Kafilah dengan berbagai cabang lomba yang diikuti. Selanjutnya dari hasil pelaksanaan MTQ di Kubar, Nunukan menempati posisi ke – 12 dari 14 Kabupaten/Kota yang ada di Kaltim dan Kaltara dimana keputusan tersebut diketahui pada acara penutupan yang digelar tadi malam (17/5/2015).

Dalam acara penutupan yang dilaksanakan di Taman Budaya Sendawar mewakili Gubernur Kalimantan Timur yaitu Asiten III Bidang Kesra Sekretariat Propinsi Kaltim H. Bere Ali menutup secara resmi MTQ ke-XXXVII tahun 2015. Kemudian dari Pemerintah Kabupaten Nunukan yang mewakili yaitu Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setkab.Nunukan Slamet Riady dan Ketua Rombongan H.M.Shaberah yang juga merupakan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Nunukan.

Humas Kantor Kementrian Agama Kabupaten Nunukan Sayid Abdullah mengatakan dari hasil akhir sebagaimana yang diumumkan oleh Dewan Hakim bahwa Nunukan menempati posisi ke-12 dari 14 Kabupaten/Kota yang mengikuti MTQ kali ini.

Adapun pemenang dari beberapa cabang lomba yaitu Sahmil Juara Harapan 3 Tatil Quran, M.Yasin Juara Harapan 2 Tilawah anak-anak, Aspuri Juara 2 Tilawah Dewasa, Hafiah Rahman Juara 2 Tilawah Cacat Netra Qoriah, Ismail Juara Harapan 3 Tilawah Cacat Netra Qori. Selanjutnya ada M. Habiburahman Juara Hapan 3 Hifdzil Quran Gol.1 juz, Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) yang diwakili Ihsan Ibrahim, Iramawati Firdaus dan Nurhana  Juara 3, Saifudin Juara Harapan 3 Kaligrafi Golongan Naskah Putra dan Nur Sariwangi Juara Harapan 2 Musabaqah Makalah Quran Putri.

Sayid menjelaskan dari hasil nilai yang diraih sehingga ditetapkan Kafilah Kota Samarinda sebagai Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an ke – XXXVII tahun 2015 dengan memperoleh nilai 62, disusul perwakilan dari Propinsi Kalimantan Utara yaitu Kafilah Kabupaten Malinau sebagai Juara 2 dengan nilai 44 dan Juara 3 diraih oleh Kafilah Kutai Kartanegara dengan nilai 43.

Selanjutnya berurutan dari posis 4 sampai posisi 14 yaitu Kafilah Bontang dengan nilai 31, Kafilah Balikpapan dengan nilai 29, Kafilah Bulungan dengan nilai 28, Kafilah Berau dengan nilai 28, Kafilah Kutai Timur dengan nilai  21.

Selanjutnya Kafilah Paser dengan nilai 20, Kafilah Tarakan dengan nilai 13, Kafilah tuan rumah Kutai Barat dengan nilai 11, Kafilah Nunukan dengan nilai 7, Kafilah Penajam Paser Utara dengan nilai 6 dan Kafilah Kabupaten Tana Tidung dengan nilai 0.“Jadi kita diurutkan untuk wilayah Kaltara, Malinau ditempat pertama, kemudian disusul Bulungan, Tarakan, Nunukan dan terakhir Tana Tidung,” ucapnya.

,

Ponpes Ainurrafiq Bersilaturrahim ke Pendidikan Kimia

dekan

Selasa (19/05/2015) Fakultas MIPA, Universitas Islam Indonesia menerima kunjungan dari Ponpes Ainurrafiq, Kuningan, Jawa Barat. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Dekan FMIPA, Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D. dan melibatkan Prodi Pendidikan Kimia sebagai tim penerima kunjungan. Rombongan dari Ponpes Ainurrafiq berjumlah 110 peserta, 105 orang adalah siswa-siswi kelas XII dan 5 orang selebihnya adalah guru pendamping dan Pimpinan Ponpes Ainurrafiq.

Dalam kesempatan pertama, Dekan FMIPA, Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D memberikan sambutan kepada peserta yang hadir. Ia mengungkapkan bahwa Universitas Islam Indonesia merupakan Universitas tertua di Indonesia, dan sekarang sedang berulang tahun yang ke 72. Universitas Islam Indonesia merupakan satu di antara Perguruan Tinggi yang telah terakreditasi “A” oleh BAN PT. Oleh karena itu, merupakan langkah yang tepat jika memilih UII sebagai tempat untuk belajar untuk mencapai masa depan yang lebih baik.

Perwakilan dari Ponpes Ainurrafiq juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada civitas akademik Universitas Islam Indonesia, khususnya FMIPA yang telah baik hati menerima silaturrahim dari mereka. Ia juga berharap bahwa salah-satu dari siswa-siswinya dapat melanjutkan kuliah di Universitas Islam Indonesia. Ia yakin bahwa UII merupakan salah satu kampus yang religius, kaya akan wawasan agama Islam dan akan membina mahasiswa-mahasiswinya sehingga menjadi insan yang mempunyai sifat “Ulil Albab”.

filePeserta Kunjungan dari Ponpes Ainurrafiq

Setelah sambutan dari Dekan FMIPA dan perwakilan dari Ponpes Ainurrafiq, acara kembali dilanjutkan oleh pemaparan materi mengenai pengenalan Universitas Islam Indonesia secara menyeluruh. Materi disampaikan oleh Kaprodi Pendidikan Kimia,  Riyanto, Ph.D. yang baru saja terpilih sebagai Juara I Dosen Berprestasi se UII. Ia menyampaikan materi dengan gaya mirip Stand Up Comedy, dapat menyampaikan materi dengan baik, ada pesan moral, dan membuat peserta tertawa lepas terpingkal-pingkal. Riyanto, Ph.D. menyampaikan bahwa salah satu ilmu yang harus dipelajari untuk memajukan suatu bangsa adalah ilmu Sains (Kimia, Fisika, Biologi, Matematika). Gelegak tawa kembali muncul dari peserta ketika ia berkata bahwa, Ilmu-ilmu sains tersebut umumnya bertempat di FMIPA (Fakultas Matematika dan Ilmu “Paling Angeel”). Ia kemudian mengakhiri materinya dengan memberikan pesan bahwa kuliahlah di Prodi dan ilmu yang disukai dan sesuai minat dari peserta acara.

Di akhir kegiatan, para peserta dan tim dari Pendidikan Kimia melakukan kunjungan ke laboratorium terpadu UII dan Pusat Studi Minyak Atsiri Kimia, FMIPA UII.

pesertaPeserta, Guru, dan Dosen Pendidikan Kimia

,

Pendidikan Kimia Menyelenggarakan Workshop Standarisasi Lab. Microteaching

IMG_20150502_084220

 

Sabtu (2/4/2015) Program Studi Pendidikan Kimia, FMIPA, Universitas Islam Indonesia telah menyelenggarakan “Workshop Standarisasi Laboratorium Microteaching”. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui prosedur yang tepat dalam membuat dan mengelola laboratorium microteaching. Pembicara yang hadir dalam kegiatan ini adalah Dr. H. Asep Herry Hernawan, M.Pd. dari UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) dan Rr. Lis Permana Sari, M.Si dari UNY (Universitas Negeri Yogyakarta). Peserta yang hadir di dalam kegiatan ini antara lain Dosen-dosen dari Prodi Kimia, D3 Analis Kimia, Pendidikan Kimia, Pendidikan Agama Islam, dan Pendidikan Bahasa Inggris.

Sebagai pembicara pertama, Dr. H. Asep Herry Hernawan, M.Pd. menjelaskan bahwa “Microteaching adalahSuatu pendekatan pembelajaran di mana segala sesuatunya dikecilkan atau disederhanakan dan dilaksanakan dalam situasi laboratoris yang terencana, terkontrol, dan berkelanjutan untuk membentuk dan mengembangkan keterampilan mengajar guru atau calon guru.”

Dr. H. Asep Herry Hernawan, M.Pd, yang saat ini merupakan assesor Pendidikan di DIKTI juga mengungkapkan bahwa peralatan-perlatan yang dibutuhkan di dalam laboratorium microteahing antara lain adalah: Perangkat komputer, Quad, Pan contro, Mixer audio, Amplifer, TV monitor, VCD player, Speaker, Kamera, Lighting.

P_20150502_110633

Pembicara kedua, Rr. Lis Permana Sari, M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Kaprodi Pendidikan Kimia di UNY juga mengungkapkan bahwa “Keterampilan yang dilatihkan pada saat mahasiswa praktik micro teaching di laboratorium adalah: (a) membuka dan menutup pelajaran, (b) menyampaikan materi, (c) melaksanakan interaksi pembelajaran, (d) mempergunakan bahasa komunikasi, penampilan, gerak, dan waktu, serta (e) melaksanakan evaluasi belajar”.

Di akhir workshop, Krisna Merdekawari, M.Pd sebagai dosen Pendidikan Kimia sekaligus inisator dari kegiatan ini berharap bahwa semua ilmu yang telah disampaikan oleh kedua pembicara dapat diambil manfaatnya oleh semua. Ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, Prodi Pendidikan Kimia akan membuat laboratorium microteaching yang mempunyai ciri khas kimia. Semoga dapat cepat terealisasi dan dimanfaatkan untuk menunjang proses belajar mengajar di Prodi Pendidikan Kimia.

Materi 1 PEMBELAJARAN MIKRO – Kemenag

Materi 2 LAB MICROTEACHING – asepherry

Materi 3 PENGENALAN DAN STANDAR MICRO TEACHING – asepherry

Materi 4 Rr. Lis Pernama Sari

,

Pengumuman PSB Pendidikan Kimia Gelombang 4

Pengumuman penerimaan calon mahasiswa Pendidikan Kimia FMIPA, UII dapat didownload di link berikut

Pengumuman PSB Gelombang 4

 

PSB_4_20152016_Umum 4_Page_2 PSB_4_20152016_Umum 4_Page_3 PSB_4_20152016_Umum 4_Page_1