Outbound Seru Bersama Mahasiswa Baru: Ajang Keakraban dan Kekompakan

Tiga bulan sudah mahasiswa baru mengikuti proses perkuliahan di kampus. Tentu masih dalam proses awal bagi mereka untuk beradaptasi dengan suasana kampus. Bahkan dengan teman sekelas pus mereka belum akrab satu dengan yang lain, sehingga perlu diadakan kegiatan untuk mengakrabkan mereka. Diadakanlah outbound sebagai salah satu cara untuk menjaga keakraban dan kekompakan mereka, karena mereka adalah sebuah keluarga.

Outbound dilaksanakan di Outbound Center Banyu Sumilir pada Selasa, 25 Desember 2017. Tempat outbound yang dekat dengan kampus menjadi opsi pilihan yang tepat. Outbound dibuka langsung oleh Ketua Program Studi Pendidikan Kimia, Prof. Riyanto, Ph.D., beliau menyampaikan bahwa outbound ini adalah media untuk saling mengakrabkan teman seangkatan dan untuk pengembangan diri secara personal serta interpersonal. “selain itu juga melatih team building, team work, leadhersip, dan kreativitas” imbuh beliau. Materi outbound yang diberikan bertujuan untuk melatih kekompakan tim, logika, kepemimpinan, dan fun games yang seru. Outboound di pimpin langsung oleh intruktur yang berpengalaman.

Antusias mahasiswa dalam mengikuti outbound ini sangat baik sekali. Selain sebagai ajang untuk mengakrabkan satu dengan yang lain, outbound ini sebagai sarana juga untuk refreshing sebelum mengahdapi Ujian Akhir Semester (UAS) awal tahun baru nanti. “alhamdulillah dengan outbound ini, saya jadi lebih mengenal dengan teman sekelas”, ujar salah satu mahasiswa. Efek dari outbound ini bisa dirasakan langsung oleh masing-masing mahasiswa.

Penutupan kegiatan outbound ini dilakukan dengan serah terima dari instruktur outbound kepada Ketua Program Studi. Setelah outbound selesai dilanjutkan dengan ramah tamah keluarga besar Program Studi Pendidikan Kimia. Acara ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia. Tujuannya adalah mengakrabkan seluruh mahasiswa lintas angkatan. Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama seluruh anggota keluarga besar Program Studi Pendidikan Kimia.

Adakan Pelatihan Adobe Flash CS 6 agar Calon Guru “melek” Teknologi Pembelajaran

Perkembangan teknologi saat ini berkembang sangat pesat. Hal ini berdampak pada penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di dalam kelas. Guru dituntut untuk bisa menguasi teknologi pembelajaran sehingga bisa menjadi salah satu alternatif media pembelajaran di kelas. Hal ini lah yang menjadi latar belakang diadakannya Pelatihan Adobe Flash CS 6 bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia UII. Pelatihan ini diadakan di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia pada Sabtu, 23 Desember 2017.
adobeflash_3
Pemateri pelatihan tersebut adalah Hilarius Wira Widya Iswara, S.Pd., merupakan profesionalis yang menekuni Adobe Flash CS 6. Beliau telah banyak menghasilkan karya berupa media pembelajaran berbasis teknologi, sistem informasi manajemen, multimedia interaktif, dan permainan online lainnya. Dalam kesempatan kali ini beliau memberikan materi tentang Adobe Flash CS 6. Dimulai dari pengenalan dasar sampai praktik langsung dalam arahan beliau langsung.

Antusias peserta sangat baik, hal ini terlihat dari jumlah peserta yang hadir. Selain itu, interaksi antara peserta dan pemateri yang berlangsung sangat menarik. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan peserta bisa langsung membuat media pembelajarannya sendiri-sendiri. “setelah dari pelatihan ini mahasiswa bisa belajar sendiri”, kata pendiri Start Up Wongselo.com.
adobeflash_2
Acara penutupan ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri dan foto bersama dengan peserta pelatihan. Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Muhaimin, M.Sc, dosen Matakuliah Aplikasi Komputer untuk Kimia. “acara pelatihan ini perlu dilaksanakan secara rutin”, ujar Muhaimin. Untuk membekali keterampilan para calon guru, maka minggu depan akan dilaksanakan pelatihan pembuatan media pembelajaran dengan Adobe Premiere 2017.

Pendidikan Kimia UII adakan Workshop PKM guna menghadap PIMNAS

Pekan ilmiah mahasiswa nasional (PIMNAS) merupakan ajang bergengsi tingkat nasional bagi mahasiswa perguruna tinggi baik negeri maupun swasta. Program ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Tinggi (DIKTI) dalam satu tahun sekali yang dikemas dalam Program Kreatifitas Mahasiswa atau dikenal dengan sebutan PKM. Adapun macam-macam kegiatan PKM yang dapat diikuti oleh mahasiswa ada beberapa bidang diantaranya PKM-P (PKM-Penelitian), PKM-K (PKM-Kewirausahaan), PKM-Kc (PKM-Karsa Cipta), PKM-MM (PKM-Pengabdian Masyarakat), PKM-T (PKM-Teknologi), PKM-GT (PKM-Gagasan Tertulis) dan PKM-AI (PKM-Artikel Ilmiah). Kegiatan PIMNAS ini sangat membantu mahasiswa dalam pengembangan akademik yang bersifat ilmiah.

Untuk membekali mahasiswa dalam mengikuti PIMNAS tersebut Prodi Pendidikan Kimia FMIPA UI mengadakan kegiatan yang bertajuk workshop penulisan proposal PKM. Dalam workshop tersebut para peserta tidak hanya diajarkan cara penulisan proposal akan tetapi dibahas tentang tips dan trik dalam menghadapi PIMNAS tersebut. Workshop PKM tersebut menghadirkan Beni Suranto, ST., M.SoftEng dari Direktorat Kemahasiswaan UII dan Hafidha Fatma Sari, mahasiswa UMY Jurusan Keperawatan.

Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB diawali dengan kata sambutan oleh Ketua HMPK, Ahmad Nuril Faruqi yang berpesan kepada seluruh peserta workshop untuk selalu aktif dalam kegiatan akademik atau kegiatan pendukung lainya. “PKM merupakan kegiatan yang dapat menjadikan mahasiswa menjadi lebih kreatif dan inovatif serta PKM merupakan sarana mahasiswa dalam meraih prestasi ditingkat nasional” ungkap Faruqi.

Kegiatan workshop ini terbagi dalam dua sesi, sesi pertama diisi oleh Beni Suranto, ST., M.SoftEng dengan materi tentang penjelasan PKM lima bidang, beberapa prestasi yang diraih oleh mahasiswa UII dan insentif yang diberikan bagi mahasiswa mengikuti PKM. Pada sesi kedua diisi oleh Hafidha Fatma Sari yang merupakan salah satu mahasiswa UMY jurusan keperawatan yang pernah mendapatkan medali pada ajang di PIMNAS (Pekan Ilmiah Nasional) ke 28 di Kendari. Dalam sesi kedua ini hafidha menjelaskan tentang tips dan trik dalam mengadapi PIMNAS. “Setidaknya ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh mahasiswa guna menghadapi PIMNAS diantaranya manajemen waktu, kerjasama tim, ikuti peraturan, konsultasi pembimbing, latihan, menerima kritik dan saran, jaga kesehatan, dan berdoa”, ungkap Hafida.

Setelah kegiatan workshop ini mahasiswa mengumpulkan naskah PKM yang telah dibuat dan kemudian dinilai untuk menentukan juara Proposal PKM. Juara dari Proposal PKM ditentukan berdasarkan pemeringkatan, untuk peringkat pertama, kedua dan ketiga berhak mendapatkan apresiasi dari Prodi Pendidikan Kimia UII berupa uang pembinaan. Naskah yang sudah dikumpulkan kemudian akan dikoreksi dan diperbaiki serta nantinya pada saat pembukaan pengunggahan PKM oleh DIKTI mahasiswa siap untuk mengunggahnya. Harapannya setelah mengikuti workshop ini, para peserta akan lebih giat dalam mengikuti kegatan-kegiatan ilmiah selain seperti PIMNAS. (Mhn)

,

Workshop Akhlak Profetik dalam Pembelajaran Kimia

Workshop Akhlak Profetik dalam Pembelajaran Kimia

Secara jelas, tujuan Universitas Islam Indonesia (UII) sebagaimana tercantum dalam Statuta UII adalah (a) membentuk cendekiawan muslim dan pemimpin bangsa yang berkualitas, bermanfaat bagi masyarakat, menguasai ilmu keislaman dan mampu menerapkan nilai-nilai Islami serta berdaya saing tinggi; dan (b) mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, sastra, dan seni yang berjiwa Islam; (c) turut serta membangun masyarakat dan negara Republik Indonesia yang adil dan makmur serta mendapat ridla Allah SWT; dan (d) mendalami, mengembangkan, dan menyebarluaskan pemahaman ajaran agama Islam untuk dipahami, dihayati, dan diamalkan oleh warga Universitas dan masyarakat.

Salah satu substansi tujuan tersebut adalah adanya integrasi antara Islam ke dalam semua proses pendidikan di UII.

Prodi Pendidikan Kimia Universitas Islam Indonesia pada Selasa (10/05) telah menyelenggarakan workshop penulisan buku yang bertemakan “Akhlak Profetik dalam Pembelajaran Kimia”. Workshop tersebut diikuti oleh seluruh dosen Pendidikan Kimia UII dengan narasumber dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Imelda Fajriati, M.Si.

Beliau mengemukakan bahwa akhlak profetik merupakan perilaku dan sifat nabi yang mempunyai ciri sebagai manusia yang tidak hanya ideal secara spiritual-individual, tetapi juga menjadi pelopor perubahan, membimbing masyarakat ke arah perbaikan dan melakukan perjuangan tanpa henti melawan penindasan. Para nabi tidak hanya mengajarkan dzikir dan do’a tetapi mereka juga datang dengan suatu ideologi pembebasan.

Pendekatan Akhlak Profetik Menjadi Penting dalam Pendidikan hal ini dikarenakan pendidikan akhlak merupakan jiwa dalam pendidikan Islam. Pencapaian akhlak sempurna (Akhlaqul Karimah) adalah tujuan pendidikan yang sebenarnya untuk melahirkan generasi penerus yang memiliki akhlaqul karimah. Dengan model pendekatan ini diharapkan seseorang dapat menjadi pribadi yang bersih, disiplin, jujur, bertanggung jawab, cerdas, kreatif, peduli, suka menolong, rendah hati.

 

Setelah dilaksanakn workshop ini, Prodi Pendidikan Kimia UII akan membuat suatu buku yang menggambarkan integrasi Islam dalam pembelajaran kimia. Harapannya dengan penyusunan buku tersebut bisa menjadi bahan ajar untuk mahasiswa pendidikan kimia dan referensi untuk guru kimia.

Program pembuatan buku yang menintegrasikan dan mengkoneksikan antara pembelajaran kimia dengan akhlaq profetik didanai oleh Badan Pengembangan akademik (BPA) UII dalam program Hibah Buku Islam dalam Disiplin Ilmu. (Muhaimin)

,

Kuliah Tamu Pembinaan Karir Mahasiswa “Jangan Takut Menatap Masa Depan”

Rabu (19/4/2016) Prodi Pendidikan Kimia FMIPA UII telah menyelenggarakan “Kuliah Tamu Pembinaan Karir Mahasiswa” dengan tema “Jangan Takut Menatap Masa Depan”. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa memperoleh tambahan wawasan dan keterampilan yang dapat membantunya sukses dalam meraih masa depan. Pembicara yang hadir dalam kegiatan ini adalah Agus Kamaludin, M.Pd.Si. (Penulis Buku dan Dosen Prodi Pendidikan Kimia UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) dan Joko Susilo, S.Pd. (Guru Kimia di Jogja International School).

Kuliah Tamu 1

Sebagi pembicara pertama, Agus Kamaludin, M.Pd.Si. memaparkan tentang memaksimalkan potensi dan bakat yang diberikan Allah SWT kepada kita. Karena banyak potensi yang bisa dikembangkan namun belum bisa dimaksimalkan. Salah satu caranya dengan mempelajari dan menekuni keterampilan-keterampilan yang menjanjikan secara materi agar bisa menjadi bekal di masa depan. Dalam hal ini beliau berbagi cerita tentang lika-liku menjadi seorang penulis. Beliau mengungkapkan bahwa menjadi seorang penulis adalah profesi yang menjanjikan saat ini. Hal ini karena hasil royalti dari penulisan buku bisa terus mengalir tanpa harus bekerja. Di sela-sela presentasinya beliau menyampaikan tentang cara menulis buku dan mengirimkan naskah ke penerbit buku. Di akhir pemaparannya beliau menyampaiakan beberapa buku yang sudah terbit di salah satu penerbit terbesar di Yogyakarta.

Joko Susilo, S.Pd. sebagai pembicara yang kedua menyampaikan tentang kompetensi yang harus dimiliki dalam menghadapi tantangan global saat ini. Beliau yang merupakan guru kimia di Jogja International School menjelaskan bagiamana menjadi guru yang bisa menginspirasi dan menghebatkan peserta didiknya. Ada dua hal yang harus dimiliki, yaitu menguasai kemampuan bahasa asing (terutama Bahasa Inggris) dan meningkatkan kemampuan penguasaan materi.

Kuliah Tamu

Setelah kedua pembicara memberikan materi presentasi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta kuliah tamu sangat antusias dan terjadi diskusi yang menarik. Kemudian acara ditutup dengan penyerahan cinderamata oleh Kaprodi Pendidikan Kimia, Riyanto, Ph.D. Beliau menyampaikan bahwa “masa depan adalah milik mereka yang menyiapkan hari ini”. “dan masa depanmu tergantung pada impianmu sendiri”, imbuhnya.

,

Pendidikan Kimia UII adakan Praktikum Kimia untuk MAN Pakem Yogyakarta

Dalam rangka meningkatkan kerja sama antar lembaga, Prodi Pendidikan Kimia UII menyelenggarakan praktikum kimia dasar yang diperuntukkan bagi siswa/siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pakem di Laboratorium Pendidikan Kimia FMIPA UII Yogyakarta. Pelaksanaan praktikum ini diselenggarakan pada hari Sabtu 20 Februari 2016 dengan topik Titrasi dan Reaksi asam-basa dengan jumlah peserta 38 siswa dari kelas IPA 1 dan IPA 2.

Jpeg

Praktikum MAN Pakem

Materi praktikum kimia ini terdiri dari tiga judul percobaan yaitu identifikasi asam basa, titrasi asam basa dan netralisasi air limbah yang bersifat asam. Pada percobaan pertama yaitu identifikasi asam-basa, para siswa diajarkan tentang caranya mengetahui sifat suatu larutan. Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini relatif sederhana dan mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Dalam percobaan ini, para siswa menentukan sifat asam dan basa pada sampel dengan menggunakan kertas lakmus dan indikator universal digunakan untuk menentukan pH sampel tersebut.

Kemudian pada percobaan kedua, titrasi asam basa, para siswa diajarkan tentang cara menentukan konsentrasi dari sampel yang belum diketahui konsentrasinya. Selain memberi pengetahuan tentang bagaimana cara menentukan konsentrasi suatu larutan, pada percobaan ini juga bertujuan melatih para siswa untuk dapat menggunakan alat titrasi.

Pada percobaan ketiga yaitu netralisasi air limbah yang bertujuan agar para siswa dapat menerapkan prinsip netralisasi air limbah dan siswa dapat juga menentukan pH air limbah yang sedang dinetralisasi. Percobaan ini bersifat aplikatif, di mana para siswa diberikan pengetahuan tentang penerapan ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari baik pada skala kecil maupun industri.

Para siswa/siswi sangat senang dan antusias dalam mengikuti kegiatan praktikum ini, karena mereka dapat memahami dengan jelas sesuai apa yang sudah diterangkan di kelas oleh guru mereka. Salah seorang siswa yang bernama Siti Aisyah mengatakan,“kami menjadi sangat senang dan bersemangat dalam mempelajari kimia, dan ternyata kimia itu ilmu yang menarik, tidak hanya dapat dipelajari di kelas saja, akan tetapi dapat juga dipelajari di laboratorium”,

Dalam kegiatan praktikum ini para siswa/siswi juga didampingi oleh guru kelas dan juga koordinator Laboratorium MAN Pakem, Ibu Budi Hastuti. Kemudian rangkaian kegiatan praktikum tersebut ditutup dengan makan siang bersama.

,

Pendidikan Kimia miliki LBB UNISIA

Setiap perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang harus dijalankan oleh perguruan tinggi tersebut. Universitas Islam Indonesia (UII) adalah salah satu perguran tinggi swasta yang memiliki tanggung jawab untuk mengabdikan diri terhadap masyarakat. Catur Dharma merupakan wujud dari tanggung jawab UII yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian pada masyarakat, dan dakwah. Prodi Pendidikan Kimia UII mewujudkan program pengabdian kepada masyarakat dalam wujud pendirian Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) yang bernama UNISIA yang merupakan singkatan dari Universitas Islam Indonesia. LBB ini diharapkan dapat mewadahi para siswa yang ingin belajar atau memperdalam materi yang diajarkan di sekolah. Di samping itu, para siswa yang akan menghadapi ujian akhir sekolah seperti Ujian Nasional (UN) ataupun Ujian Akhir Sekolah (UAS) dapat mendaftarkan diri pada LBB UNISIA milik Prodi Pendidikan Kimia UII ini.

LBB UNISIA ini diresmikan pada tanggal 26 Januari 2016 yang bertempat di Fakultas MIPA UII. Tenaga pengajarnya hampir limapuluh persen adalah dosen Pendidikan Kimia yang bergelar master dan sisanya adalah mahasiswa. Walapun masih baru didirikan, LBB ini cukup menarik perhatian dari kalangan masyarakat, setidaknya sudah ada kurang lebih seratus siswa dari berbagai sekolah yang ada di Yogyakarta yang telah mendaftarkan diri sebagai peserta bimbingan belajar. Kebanyakan pesertanya berada di bangku kelas XII yang akan menghadapi Ujian Nasional. LBB UNSIA ini bertujuan mewujudkan siswa yang berprestasi yang dapat meraih nilai ujian nasional sebaik mungkin.

“Harapannya LBB UNISIA ini dapat memfasilitasi para siswa baik yang akan menghadapi ujian nasional (UN) ataupun hanya ingin belajar memperdalam materi pelajaran di sekolah saja” ungkap Kaprodi Pendidikan Kimia Riyanto, Ph.D. di sela-sela acara pembukaan lembaga bimbingan tersebut.

Program bimbingan belajar ini dimulai pada hari Sabtu (30/1) dengan acara try out, di mana para siswa sebelum mengikuti bimbingan belajar diharuskan untuk mengikutinya guna mengetahui kemampuan para siswa dalam mengerjakan soal-soal kimia. Di samping try out, nantinya di pertengahan dan di akhir proses pelaksanaan bimbingan belajar, para siswa juga akan mendapatkan try out lagi guna mengetahu progres kemampuan siswa dalam hal menjawab soal-soal yang diujikan.

,

Kuliah Tamu bagi Mahasiswa Baru T.A. 2015

Akademik

Puji Syukur Alhamdulillah kegiatan kuliah tamu yang dilaksanakan oleh prodi pendidikan kimia FMIPA UII secara garis besar berjalan dengan lancar dan sukses.
Harapannya, dengan diadakannya kegiatan ini mahasiswa dapat mempunyai gambaran tentang masa depan yang akan dicapai ketika mereka sudah lulus menjadi sarjana. Sehingga, dengan pengetahuan yang diperoleh dari kuliah tamu ini, mahasiswa menjadi lebih giat dan rajin dalam menjalani perkuliahan serta tidak bimbang, akan bekerja di mana mereka ketika sudah menjadi seorang sarjana, dan bebas menentukan apakah akan menjadi guru kimia yang profesionanl ataupun menjadi seorang yang bekerja di perusahaan.

Sebagai pembicara pertama, yudha puspito mengatakan bahwa, agar lulusan pendidikan kimia dapat bersaing di dunia industri maka harus membekali diri dengan beberapa keahlian, di antaranya tentang keahlian penggunaan instrumen kimia seperti UV-Vis, GC, dan HPLC. Sedangkan pembicara kedua, Faizal Akhmad Adi Masbukhin, menjelaskan bahwa Lulusan Pendidikan Kimia dipersiapkan agar dapat menjadi agen penyebar informasi keilmuan kimia dan pendidikan karena telah mendapat pembekalan yang cukup selama masa kuliah. Lulusan sangat berpeluang untuk menjadi tenaga pendidik baik guru atau dosen di berbagai instansi, menjadi peneliti, menempuh studi lanjut pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan peran-peran lain di masyarakat.

Setelah kedua pembicara memberikan materi presentasi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta kuliah tamu sangat antusias dan banyak yang bertanya kepada kedua pembicara tersebut. Kemudian acara ditutup dengan pembagian doorprize, foto dan makan siang bersama.

,

Studi Banding ke UPI Bandung

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu Prodi Pendidikan Kimia FMIPA UII, maka Prodi Pendidikan FMIPA UII melaksanakan studi banding ke Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI Bandung. Dipilihnya ke Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI Bandung karena dinilai mempunyai pengelolaan Prodi Pendidikan Kimia yang baik dan mempunyai SDM yang berkualitas, hal ini terbukti dengan diraihnya akreditasi A sejak tahun 1998 serta menjadi jurusan yang ditunjuk oleh pemerintah untuk menyelenggarakan program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

upi2

Studi Banding ke UPI diikuti oleh enam dosen Prodi Pendidikan Kimia, yaitu Riyanto, Ph.D., Muhaimin, M.Sc., Krisna Merdekawati, M.Pd., Lina Fauzi’ah, M.Sc., Artina Diniaty, M.Pd., dan Widinda Normalia Arlianti, M.Pd. Setibanya di UPI Bandung langsung disambut dengan ramah oleh Ketua Departemen Pendidikan Kimia UPI Bandung, Dr. Ahmad Mudzakir, M.Si.; Sekretaris Departemen, Dr. Nahadi, M.Pd., M.Si.; Ketua Program Studi Pendidikan Kimia FPMIPA UPI Bandung, Dr. Sjaeful Anwar; dan Prof. Dr. Anna Permanasari, M.Si. Kegiatan inti studi banding pun diawali dengan pemaparan tentang Departemen Pendidikan Kimia FPMIPA UPI oleh Ketua Departemen Pendidikan Kimia UPI Bandung, Dr. Ahmad Mudzakir, M.Si.

Beliau menyampaikan bahwa Departemen Pendidikan Kimia membawahi dua prodi yaitu Prodi Pendidikan Kimia dan Prodi Kimia dengan staf pengajar/dosen sebanyak 48 orang. Departemen Pendidikan Kimia FPMIPA UPI mempunyai tiga kebijakan utama, yaitu: menghasilkan lulusan yang profesional dan berdaya saing global serta berakhlak mulia, melakukan perbaikan terus menerus terhadap proses, layanan, dan efektivitas penerapan Sistem Manajemen Mutu, dan menerapkan Sistem Manajemen ISO 9001:2008 Certificate Number: 48265/A/0001/UK/En.

Beliau menambahkan bahwa lulusan program studi pendidikan kimia berhak menyandang gelar S.Pd. dan mereka memiliki kualifikasi untuk menjadi tenaga pendidik (guru) kimia di SMA atau sekolah kejuruan yang memiliki mata pelajaran kimia. Lulusan program studi kimia lebih ditujukan untuk menjadi guru kimia. Mereka memiliki peluang besar untuk menjadi guru kimia di SMA, MAN, SMK Kimia, dan Sekolah Farmasi, atau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Selain itu, lulusan program pendidikan kimia juga berpeluang untuk menjadi tenaga guru kimia pada lembaga bimbingan belajar, atau membuka lapangan pekerjaan sendiri. Pada kenyataannya, mereka tersebar di berbagai sektor, baik sektor pendidikan formal dan non formal, maupun sektor lain seperti lembaga kependidikan, pusat-pusat pengembangan, ekonomi, bisnis, industri, bahkan politik.

Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI Bandung sudah menyelenggarakan Pendidikan Profeis Guru (PPG). Landasan PPG merujuk pada pasal 1 ayat 2 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 8 Tahun 2009 tentang Pendidikan Profesi Guru disebutkan bahwa program pendidikan profesi guru prajabatan yang selanjutnya disebut program Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah program pendidikan yang diselenggarakan untuk mempersiapkan lulusan S1 kependidikan dan S1/D IV nonkependidikan yang memiliki bakat dan minat menjadi guru agar menguasai kompetensi guru secara utuh sesuai dengan standar nasional pendidikan sehingga dapat memperoleh sertifikat pendidik profesional pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

studi banding ke UPI

Sebelum mengikuti program PPG, calon peserta yang lolos seleksi harus sudah memiliki ijazah pendidikan akademik yang relevan, dalam hal ini calon peserta sudah menamatkan sarjana pendidikan kimia. Bagi peserta yang belum memilikinya, diwajibkan untuk mengikuti program matrikulasi. Matrikulasi diberlakukan hanya untuk program PPG prajabatan. Matrikulasi adalah sejumlah matakuliah yang wajib diikuti oleh peserta program PPG yang sudah dinyatakan lulus seleksi untuk memenuhi kompetensi akademik bidang studi dan/atau kompetensi akademik kependidikan sebelum mengikuti program PPG. Hal inilah yang menjadi harapan ke depan bahwa Prodi Pendidikan Kimia UII akan membuka program PPG ini sehingga lulusan Prodi Pendidikan Kimia UII akan menjadi pendidik yang profesional dan dibuktikan dengan sertifikat pendidik profesional.

Dipenghujung acara ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan/plakat yang diserahkan oleh Kaprodi Pendidikan Kimia FMIPA UII, Riyanto, Ph.D. dan diterima oleh Ketua Departemen Pendidikan Kimia UPI Bandung, Dr. Ahmad Mudzakir, M.Si..